Media Pendidikan – 25 Juni 2026 | Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, baru-baru ini bertemu dengan Co-Chair International Advisory Panel on Biodiversity Credits (IAPB), Dame Amelia Fawcett, di London, Inggris. Pertemuan ini berlangsung selama Agenda London Climate Week.
Dalam pertemuan tersebut, Jumhur menyatakan bahwa Indonesia sangat mendukung pengembangan Biodiversity Credit. Menurutnya, ini merupakan langkah strategis untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan mengembangkan ekonomi berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa Biodiversity Credit dapat menjadi alat yang efektif untuk mengukur dan mengelola dampak lingkungan dari kegiatan ekonomi," kata Jumhur. "Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita tidak mengorbankan keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup."
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, dengan lebih dari 20% spesies hewan dan tumbuhan di dunia hidup di negara ini. Namun, keanekaragaman hayati ini juga menghadapi ancaman serius akibat deforestasi, perubahan iklim, dan kegiatan manusia lainnya.
Dengan mengembangkan Biodiversity Credit, Indonesia dapat mempromosikan ekonomi berkelanjutan dan melestarikan keanekaragaman hayati. Ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup.
Pertemuan antara Jumhur dan Dame Amelia Fawcett ini menandai awal dari kerja sama yang erat antara Indonesia dan IAPB. Kedua belah pihak berkomitmen untuk bekerja sama dalam mengembangkan Biodiversity Credit dan mempromosikan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.


Komentar