Media Pendidikan – 01 Juni 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat intervensi pasar guna menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan fluktuasi harga pangan pasca-Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi masih dalam kondisi terkendali.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengatakan kondisi pangan nasional saat ini relatif aman. Meskipun dunia tengah menghadapi ketidakpastian akibat gejolak geopolitik yang berpotensi memengaruhi rantai pasok dan perdagangan internasional.
Maino menegaskan pemerintah tidak hanya fokus menjaga harga di tingkat konsumen. Tetapi juga memastikan produsen memperoleh harga yang layak agar tetap terdorong meningkatkan produksi.
Untuk komoditas beras, pemerintah melakukan penyerapan hasil panen petani dengan harga Rp6.500 per kilogram di tingkat produsen, sekaligus menyalurkan beras melalui program SPHP untuk menjaga harga di tingkat konsumen.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) terus meningkat. Hingga akhir Mei 2026, program tersebut telah digelar sebanyak 5.037 kali di 417 kabupaten/kota, melampaui capaian periode Januari-Mei 2025 yang tercatat sebanyak 3.482 kali.


Komentar