Media Pendidikan – 21 April 2026 | Jakarta, JPNN.com – Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 12 kilogram baru saja mengalami kenaikan, memicu kekhawatiran di kalangan konsumen rumah tangga. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun, menegaskan bahwa peningkatan tarif tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pengguna untuk beralih ke LPG berkapasitas 3 kilogram.
Roberth menjelaskan bahwa meskipun harga LPG 12 kg naik, perbedaan biaya per kilogram antara LPG 12 kg dan 3 kg tetap signifikan. Konsumen yang beralih ke ukuran lebih kecil cenderung harus membeli lebih sering, yang pada akhirnya meningkatkan total pengeluaran bulanan untuk kebutuhan memasak.
Data internal Pertamina menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi LPG per rumah tangga di wilayah perkotaan mencapai 1,5 tabung 12 kilogram per bulan. Dengan kenaikan harga terbaru, estimasi tambahan biaya bagi rumah tangga rata-rata berada pada kisaran puluhan ribu rupiah per bulan. Meskipun angka tersebut belum diumumkan secara rinci, Pertamina menegaskan bahwa kenaikan harga tidak dimaksudkan untuk memberatkan konsumen, melainkan mencerminkan penyesuaian biaya produksi dan distribusi.
Selain menyoroti aspek ekonomi, pihak Pertamina juga mengingatkan tentang implikasi logistik. Distribusi LPG 3 kilogram memerlukan lebih banyak kendaraan dan sumber daya, yang pada gilirannya dapat menambah tekanan pada sistem pasokan nasional. Oleh karena itu, menjaga permintaan pada ukuran 12 kilogram dianggap lebih stabil bagi rantai pasokan.
Pengamat industri energi menilai bahwa pernyataan Pertamina sejalan dengan strategi nasional untuk mengoptimalkan penggunaan energi rumah tangga. Mereka menambahkan bahwa konsumen yang tetap setia pada LPG 12 kilogram akan mendapatkan manfaat dari program subsidi dan program loyalitas yang sedang dikaji oleh pemerintah.
Sejauh ini, belum ada kebijakan baru yang mengatur harga LPG 3 kilogram secara terpisah. Pertamina menutup pernyataan dengan harapan bahwa masyarakat dapat menyesuaikan anggaran rumah tangga tanpa harus beralih ke ukuran yang lebih kecil, sekaligus menjaga kestabilan pasokan energi di seluruh Indonesia.


Komentar