Media Pendidikan – 28 Juni 2026 | Pemerintah menyatakan bahwa harga gas bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri. Menurut Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal, dunia usaha saat ini menghadapi tekanan dari berbagai sisi, mulai dari gejolak geopolitik antara Iran dan AS, melemahnya daya beli masyarakat, pelemahan rupiah, hingga relokasi investasi ke negara lain.
Said mengatakan bahwa persoalan yang dihadapi dunia usaha jauh lebih kompleks daripada sekadar isu harga energi. Konflik Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga BBM industri dan gas nonsubsidi. Kemudian daya beli masyarakat turun sehingga volume produksi perusahaan ikut menurun. Di sisi lain ada relokasi sebagian produksi ke negara lain dan pelemahan rupiah yang membuat biaya produksi meningkat.
Pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap berbagai kasus PHK yang terjadi di lapangan karena tidak seluruhnya merupakan PHK baru. Kita sedang melakukan mitigasi di berbagai perusahaan agar PHK bisa ditekan semaksimal mungkin. Tidak semua informasi yang beredar itu menggambarkan kondisi riil di lapangan," kata Said Iqbal.


Komentar