Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Guru Besar UI Tawarkan Solusi Teknologi untuk Kurangi Risiko Gempa Megathrust di Indonesia

Guru Besar UI Tawarkan Solusi Teknologi untuk Kurangi Risiko Gempa Megathrust di Indonesia

Guru Besar UI Tawarkan Solusi Teknologi untuk Kurangi Risiko Gempa Megathrust di Indonesia
Guru Besar UI Tawarkan Solusi Teknologi untuk Kurangi Risiko Gempa Megathrust di Indonesia

Media Pendidikan – 17 April 2026 | Jakarta, 16 April 2026Gempa megathrust tetap menjadi ancaman signifikan di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Jumat (15/4), seorang guru besar Universitas Indonesia (UI) mengemukakan rencana solusi berbasis teknologi untuk menurunkan potensi dampak bencana tersebut.

Indonesia, yang terletak pada zona subduksi aktif, memang rawan terhadap jenis gempa ini. Gempa megathrust biasanya terjadi di batas lempeng tektonik dan dapat menghasilkan magnitudo di atas 8,0, sehingga menimbulkan tsunami serta kerusakan luas. Dalam konteks itu, upaya peningkatan sistem peringatan dini menjadi prioritas nasional.

Baca juga:

Guru besar UI menjelaskan bahwa implementasi solusi teknologi akan melibatkan kolaborasi lintas lembaga, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta perguruan tinggi lain yang memiliki keahlian dalam ilmu bumi. “Kerjasama antar‑instansi merupakan kunci untuk memastikan data yang akurat dan respons yang cepat ketika ancaman terdeteksi,” ujar beliau.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menambah lapisan keamanan bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan wilayah rawan gempa. Dengan sistem pemantauan yang terintegrasi, peringatan dapat disebarluaskan melalui media massa, aplikasi seluler, serta sistem sirine otomatis di daerah‑daerah berisiko tinggi.

Baca juga:

Sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk pantai barat Sumatra, selatan Jawa, dan pesisir timur Sulawesi, telah diidentifikasi sebagai zona paling rentan. Data historis menunjukkan bahwa wilayah‑wilayah tersebut pernah mengalami gempa megathrust dengan dampak signifikan, meskipun angka pasti tidak diungkapkan dalam sumber.

Pengembangan solusi teknologi ini masih dalam tahap awal, namun guru besar UI optimis bahwa dengan dukungan pemerintah dan investasi yang tepat, sistem peringatan dapat dioperasikan dalam beberapa tahun ke depan. “Kami menargetkan implementasi pilot project pada akhir tahun ini, sebagai langkah pertama menuju jaringan peringatan nasional yang lebih kuat,” tuturnya.

Baca juga:

Jika berhasil, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mengadopsi teknologi canggih dalam mitigasi risiko alam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *