Nasional
Beranda » Berita » Gunung Dukono Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai 1,4 km di Halmahera Utara

Gunung Dukono Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai 1,4 km di Halmahera Utara

Gunung Dukono Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai 1,4 km di Halmahera Utara
Gunung Dukono Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai 1,4 km di Halmahera Utara

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Gunung Dukono di Pulau Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengeluarkan letusan pada Senin 20 April 2026. Pada pukul 05.53 WIT, gunung berapi tersebut memuntahkan kolom abu berwarna putih setinggi 1.400 meter atau 1,4 kilometer di atas puncak, menimbulkan awan abu yang bergerak ke arah timur.

Kronologi dan Dampak Erupsi

Setelah awal letusan, kolom abu tebal terus menyebar mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga daerah penurunan abu tidak tetap. Badan Geologi menegaskan bahwa situasi masih berlanjut dan gunung berada pada status Level II atau Waspada. Masyarakat di sekitar gunung, khususnya dalam radius empat kilometer dari kawah Malupang Warirang, diimbau untuk tidak melakukan aktivitas luar ruangan dan selalu memakai masker penutup hidung serta mulut.

Baca juga:

Data resmi menunjukkan bahwa sejak pagi hari, intensitas abu belum menurun secara signifikan. Pemerintah daerah setempat bekerja sama dengan Badan Geologi untuk memantau aktivitas seismik dan menyediakan bantuan darurat bagi warga yang terdampak. Upaya evakuasi belum diperlukan karena area terdampak masih berada dalam zona aman, namun peringatan terus dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi peningkatan intensitas.

Pengamatan visual dari tim lapangan mengindikasikan bahwa aliran abu menutupi area seluas beberapa kilometer persegi, memengaruhi aktivitas pertanian dan transportasi udara di sekitar Bandara Tobelo. Pihak bandara telah menunda beberapa jadwal penerbangan demi keamanan penumpang.

Baca juga:

Secara historis, Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, dengan erupsi periodik sejak dekade 1990-an. Kejadian kali ini menambah catatan panjang aktivitas vulkanik di wilayah tersebut, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan sistem peringatan dini.

Hingga saat ini, Badan Geologi belum mengumumkan perubahan status gunung dan tetap mempertahankan Level II. Masyarakat diimbau terus mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi pemerintah dan media massa.

Baca juga:

Dengan kondisi yang masih dipantau secara intensif, diharapkan situasi dapat kembali tenang dalam beberapa hari ke depan, asalkan tidak terjadi peningkatan tekanan magma yang signifikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *