Daerah
Beranda » Berita » Flores Timur Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa, 1.659 Warga Mengungsi

Flores Timur Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa, 1.659 Warga Mengungsi

Flores Timur Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa, 1.659 Warga Mengungsi
Flores Timur Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa, 1.659 Warga Mengungsi

Media Pendidikan – 12 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Flores Timur secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana gempa selama tiga bulan ke depan setelah gempa bumi mengguncang wilayah tersebut, memaksa 1.659 warga mengungsi ke lokasi sementara. Keputusan ini diambil pada Rapat Koordinasi Bencana yang dilaksanakan pada Senin (12/04/2026) di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur.

Gempa yang terjadi pada malam sebelumnya menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah tinggal, fasilitas umum, serta mengganggu jaringan listrik dan air bersih. Tim relawan serta aparat keamanan segera melakukan evakuasi, mengevakuasi warga yang berada di area terdampak ke posko pengungsian yang tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Sikka, Nagekeo, dan Larantuka. Total korban yang terpaksa meninggalkan rumahnya mencapai 1.659 orang, mayoritas merupakan keluarga dengan anak-anak kecil dan lansia.

Baca juga:

“Kami akan terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada korban,” kata Camat Sikka, Budi Santoso, yang turut hadir dalam rapat tersebut. Ia menambahkan bahwa bantuan pokok kebutuhan (BPK) berupa makanan, selimut, dan perlengkapan kebersihan sudah didistribusikan ke 12 posko pengungsian. Selain itu, tim medis telah menyiapkan layanan kesehatan darurat untuk mengatasi cedera ringan serta memberikan vaksinasi tetanus kepada para pengungsi.

Baca juga:

Dalam rangka mempercepat proses rehabilitasi, pemerintah Kabupaten berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang bantuan kemanusiaan. Data awal menunjukkan bahwa sekitar 45% rumah yang terdampak mengalami kerusakan struktural, sementara 30% mengalami kerusakan ringan. Pihak berwenang menargetkan penyediaan dana bantuan sebesar Rp 12 miliar untuk perbaikan infrastruktur dasar, termasuk perbaikan jalan akses dan pemulihan jaringan listrik di wilayah yang paling parah terdampak.

Baca juga:

Dengan status tanggap darurat yang berlaku selama tiga bulan, semua instansi terkait diharapkan dapat mengalokasikan sumber daya secara optimal, termasuk tenaga medis, logistik, serta tenaga relawan. Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan resmi, dan melaporkan kebutuhan mendesak melalui nomor darurat yang telah disediakan. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau, dan informasi terbaru akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *