Media Pendidikan – 28 April 2026 | Jayapura, 28 April 2026 – Pada peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan pada dana pusat. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah di Bumi Cenderawasih untuk menjadikan momentum tersebut sebagai titik balik dalam memperkuat kemandirian fiskal serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Acara seremonial yang dilaksanakan di kompleks pemerintahan Provinsi Papua dihadiri oleh para kepala daerah, pejabat kementerian, serta tokoh masyarakat. Dalam pidatonya, Gubernur Fakhiri menyoroti bahwa ketergantungan pada alokasi dana pusat selama ini menjadi penghambat utama dalam pencapaian otonomi sejati. “Kita harus berani mengambil langkah konkret untuk memotong ketergantungan pada pusat, memperkuat pendapatan daerah, dan mengoptimalkan penggunaan anggaran demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Gubernur menekankan bahwa kemandirian fiskal bukan sekadar tujuan jangka pendek, melainkan fondasi bagi pembangunan berkelanjutan. Ia mengusulkan beberapa strategi, antara lain meningkatkan efisiensi pengelolaan pajak daerah, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta mendorong inovasi layanan publik berbasis teknologi. Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat memperluas basis pendapatan daerah dan menurunkan beban subsidi dari pemerintah pusat.
Para kepala daerah yang hadir menyatakan dukungan penuh terhadap arahan gubernur. Kepala Kabupaten Mimika, Misbahul Hadi, menyampaikan komitmen daerahnya untuk menyusun rencana kerja yang menitikberatkan pada peningkatan penerimaan lokal. “Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan mengimplementasikan kebijakan yang mendukung kemandirian fiskal,” katanya.
Selain itu, Gubernur Fakhiri menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan publik sebagai indikator keberhasilan otonomi. Ia mengajak pemerintah daerah untuk mengadopsi standar pelayanan yang transparan, responsif, dan berorientasi pada kepuasan warga. “Pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, sehingga mendukung stabilitas keuangan daerah,” tambahnya.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, pemerintah provinsi berencana menyelenggarakan workshop dan pelatihan bagi aparatur daerah mengenai manajemen keuangan, akuntabilitas, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan. Jadwal pelatihan akan dimulai pada kuartal berikutnya, dengan melibatkan lembaga akademik dan konsultan keuangan.
Momentum HUT ke-30 Otda menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk mengukir kemandirian fiskal yang lebih kuat. Gubernur Fakhiri menutup acara dengan harapan bahwa sinergi antar‑pemda akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Papua.


Komentar