Nasional
Beranda » Berita » Eks Wakapolda Metro Jaya Meninggal Akibat Kecelakaan ATV di Medan: Kronologi dan Reaksi

Eks Wakapolda Metro Jaya Meninggal Akibat Kecelakaan ATV di Medan: Kronologi dan Reaksi

Eks Wakapolda Metro Jaya Meninggal Akibat Kecelakaan ATV di Medan: Kronologi dan Reaksi
Eks Wakapolda Metro Jaya Meninggal Akibat Kecelakaan ATV di Medan: Kronologi dan Reaksi

Media Pendidikan – 24 April 2026 | Eks Wakapolda Metro Jaya, Raziman, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kendaraan roda empat jenis All‑Terrain Vehicle (ATV) di jalan umum Medan. Kejadian tersebut terjadi pada sore hari ketika ia melintasi jalan utama kota, menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat dan aparat kepolisian.

Pihak kepolisian setempat segera melakukan evakuasi dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi. Namun, kondisi korban sudah tidak dapat diselamatkan. Identitas korban telah dikonfirmasi sebagai mantan wakil kepala kepolisian Metro Jaya, yang sempat menjabat pada periode 2015‑2019. Raziman dikenal sebagai figur yang aktif dalam berbagai kegiatan keamanan dan kebersamaan dengan masyarakat.

Baca juga:

Kejadian ini menyoroti bahaya penggunaan ATV di jalan umum yang tidak didesain untuk kendaraan jenis tersebut. Meskipun ATV menawarkan kemampuan off‑road, penggunaannya di jalan perkotaan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada area dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Pihak berwenang menegaskan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas dan menggunakan kendaraan yang sesuai dengan kondisi jalan.

Reaksi dari kalangan kepolisian dan masyarakat pun muncul secara beragam. Sejumlah pejabat kepolisian mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam serta menekankan pentingnya edukasi keselamatan berkendara. “Kita harus terus meningkatkan kesadaran akan risiko di jalan, terutama bagi pengguna kendaraan non‑standar,” ujar seorang perwira tinggi Polri dalam konferensi pers. Sementara itu, warga Medan mengirimkan belasungkawa melalui media sosial, menandai foto Raziman dengan kata-kata penghormatan.

Baca juga:

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi faktor penyebab utama kehilangan kendali ATV tersebut, termasuk kondisi mekanis kendaraan dan potensi faktor cuaca. Keluarga korban belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun diperkirakan mereka akan menerima dukungan dari institusi kepolisian serta lembaga bantuan sosial.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pengguna kendaraan beroda empat yang tidak sesuai dengan regulasi jalan raya. Pemerintah daerah Medan dijadwalkan akan mengkaji kembali peraturan penggunaan ATV di wilayah perkotaan, dengan harapan dapat mencegah tragedi serupa di masa depan.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *