Media Pendidikan – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan penerimaan aset sitaan sebagai sumber utama pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam pernyataan yang disampaikan pada konferensi pers di Jakarta, ia menegaskan bahwa ketergantungan pada dana hasil penyitaan berpotensi menurunkan kredibilitas fiskal negara.
Manilet menyoroti konsep “ilusi fiskal” yang mengacu pada persepsi publik bahwa pemerintah dapat menutupi defisit anggaran dengan sumber pendapatan yang tidak berkelanjutan. “Jika pemerintah terus mengandalkan dana sitaan, kredibilitas APBN akan tergerus dan kepercayaan investor dapat menurun,” ujar Yusuf Rendy Manilet. Ia menambahkan bahwa aset yang disita biasanya bersifat satu kali atau bersifat temporer, sehingga tidak dapat dijadikan landasan stabil untuk menyokong struktur anggaran jangka panjang.
Ia juga memperingatkan bahwa penggunaan dana sitaan secara berulang dapat menciptakan ekspektasi palsu di kalangan pembuat kebijakan. “Kebijakan yang mengandalkan aset sitaan dapat menimbulkan anggapan bahwa pemerintah memiliki “cadangan” tak terbatas, padahal realitasnya sangat bergantung pada proses hukum yang panjang dan tidak dapat diprediksi,” kata Manilet.
Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, menanggapi pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa aset sitaan tetap dimasukkan dalam perhitungan pendapatan non-pajak, namun tidak akan menjadi komponen utama dalam penyusunan APBN. Menteri Keuangan menambahkan bahwa prioritas tetap pada peningkatan kepatuhan pajak dan reformasi struktural untuk memperluas basis pajak.
Pengamat ekonomi lainnya menilai bahwa peringatan Manilet relevan mengingat sejumlah negara berkembang pernah mengalami krisis fiskal akibat mengandalkan sumber pendapatan yang tidak stabil. Mereka menyarankan agar Indonesia memperkuat mekanisme pengelolaan aset negara, termasuk transparansi dalam penjualan atau pemanfaatan aset sitaan, untuk menghindari persepsi negatif di pasar keuangan.
Seiring persiapan penyusunan APBN 2027, perdebatan mengenai peran dana sitaan diprediksi akan terus berlanjut. Namun, pernyataan Yusuf Rendy Manilet menegaskan bahwa keberlanjutan fiskal tidak dapat dibangun di atas fondasi yang rapuh. Pemerintah diharapkan akan terus menyeimbangkan antara memanfaatkan aset yang sah secara hukum dan menjaga kepercayaan publik serta investor melalui kebijakan fiskal yang transparan dan konsisten.


Komentar