Media Pendidikan – 05 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah telah melemah ke Rp18.015/US$ pada 4 Juni 2026. Pelaku industri menilai bahwa lonjakan dolar AS tidak secara otomatis meningkatkan keuntungan. "Kenaikan nilai tukar ini tidak membuat eksportir langsung panen duit," kata seorang pelaku industri. Hal ini karena biaya produksi dan operasional juga meningkat seiring dengan kenaikan nilai tukar.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit neraca perdagangan. Namun, kenaikan nilai tukar ini telah membuat tantangan baru bagi eksportir. "Kami berharap pemerintah dapat melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mendukung eksportir dan meningkatkan daya saing kita di pasar internasional," kata seorang pelaku industri.


Komentar