Media Pendidikan – 11 Juni 2026 | Pemandangan indah Gunung Prau telah menjadi sumber inspirasi bagi warga Desa Patakbanteng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, untuk mengembangkan desa wisata yang fokus pada pelestarian lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan warga. Berbekal pengalaman panjang memulihkan kawasan yang sempat rusak, masyarakat setempat telah mengembangkan konsep agrowisata untuk menarik minat generasi muda. Dukungan dari Bakti BCA juga telah diterima untuk mengembangkan program pendampingan.
"Teman-teman muda kurang ngeh bertani. Jadi kami ingin mengembangkan agrowisata. Pengunjung nanti bisa ikut menanam di area sini," kata Kepala Desa Wisata Patakbanteng Solihin.
Semangat menjaga alam juga berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perpustakaan desa yang dibangun pada 2024 telah menjadi salah satu fasilitas yang mendukung pembelajaran warga. Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Patakbanteng Syafi’i, perpustakaan tersebut telah menjadi sumber informasi yang berharga bagi warga.
"Akhirnya kami bikin perpustakaan 2024. Tujuannya membidik generasi istimewa. Direspons pengunjung Patakbanteng dan Prau, akhirnya kita bisa bikin perpustakaan untuk anak-anak," ujarnya.
Program adopsi bibit juga telah dipilih sebagai salah satu upaya pelestarian Gunung Prau. Bibit tanaman endemik yang dikembangkan nantinya akan dikembalikan ke gunung untuk ditanam. Kepala Desa Wisata Patakbanteng Solihin berharap program ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar Gunung Prau.
"Kita mau program adopsi bibit. Bibit endemik ini akan kembali ke gunung dan penanaman," ujarnya.
Desa Wisata Patakbanteng telah meraih juara pertama kategori resiliensi dan telah menjadi salah satu desa wisata yang dikenal sebagai gerbang pendakian Gunung Prau. Kehadiran wisatawan yang datang untuk mendaki Gunung Prau juga telah turut menggerakkan roda perekonomian warga.


Komentar