Media Pendidikan – 17 April 2026 | Seorang siswi SLB Santi Rama yang dikenal sebagai Zhafira Luthfiadinda, atau lebih akrab disapa Dinda, berhasil menembus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dan memperoleh tempat di Institut Teknologi Bandung (ITB). Keberhasilan ini menjadi sorotan utama setelah serangkaian prestasi nasional yang diraihnya di bidang seni dan desain.
Berawal dari proses seleksi yang ketat, Dinda mengukir namanya di antara ratusan calon berprestasi dari seluruh Indonesia. Ia mengandalkan portofolio karya seni visual serta penghargaan yang pernah diraihnya dalam kompetisi tingkat provinsi dan nasional. Meskipun menghadapi tantangan komunikasi sebagai siswa tuli, Dinda menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi melalui penggunaan bahasa isyarat dan teknologi bantu.
“Saya sangat bersyukur dapat melanjutkan pendidikan di ITB, kampus impian saya. Ini bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi impian bila kita bekerja keras,” ujar Dinda dalam wawancara singkat setelah pengumuman hasil SNBP.
Selain pencapaian akademik, Dinda memiliki rangkaian penghargaan di bidang seni rupa, desain grafis, dan seni pertunjukan. Pada tahun 2024, ia meraih juara pertama pada Lomba Desain Nasional untuk Siswa Berkebutuhan Khusus, serta menjadi finalis dalam kompetisi seni visual tingkat Asia Tenggara. Prestasi tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian SNBP, yang menilai tidak hanya nilai akademik tetapi juga kontribusi dan potensi kreatif peserta.
SLB Santi Rama, lembaga pendidikan khusus yang menampung siswa dengan kebutuhan khusus, menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan Dinda. Kepala sekolah, Bapak Hadi Santoso, menekankan pentingnya dukungan lingkungan belajar inklusif: “Kami selalu menekankan pada siswa untuk mengejar passion mereka, tanpa melihat batasan fisik. Dinda adalah contoh nyata bahwa dengan fasilitas yang tepat dan motivasi, mereka dapat bersaing di tingkat tertinggi.”
Data resmi SNBP 2026 mencatat bahwa lebih dari 10.000 peserta mengajukan diri, dengan hanya sekitar 2.500 yang berhasil lolos ke program studi pilihan di perguruan tinggi negeri terkemuka. Dinda termasuk dalam kelompok minoritas yang mewakili siswa dengan disabilitas, menandakan peningkatan representasi inklusif dalam pendidikan tinggi Indonesia.
Keberhasilan Dinda juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain dengan disabilitas, khususnya di lingkungan SLB dan sekolah inklusif lainnya. Dengan dukungan pemerintah dalam program beasiswa dan kebijakan inklusi, peluang bagi generasi muda berkebutuhan khusus untuk mengakses pendidikan tinggi semakin terbuka lebar.
Ke depannya, Dinda berencana menekuni bidang teknik industri di ITB sambil terus mengembangkan bakat seni yang telah mengukir prestasi. Ia berharap dapat menggabungkan kreativitas dengan ilmu teknik untuk menghasilkan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


Komentar