Daerah
Beranda » Berita » Harlah ke-80 Muslimat NU DIY Angkat Perempuan sebagai Arsitek Peradaban

Harlah ke-80 Muslimat NU DIY Angkat Perempuan sebagai Arsitek Peradaban

Harlah ke-80 Muslimat NU DIY Angkat Perempuan sebagai Arsitek Peradaban
Harlah ke-80 Muslimat NU DIY Angkat Perempuan sebagai Arsitek Peradaban

Media Pendidikan – 13 April 2026 | Yogyakarta, 13 April 2026Harlah ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (NU DIY) digelar dengan tema “Perempuan Arsitek Peradaban“. Acara yang berlangsung di gedung pertemuan wilayah NU ini menegaskan kembali posisi perempuan sebagai agen utama dalam pembangunan spiritual, intelektual, dan fisik bangsa.

Ribuan anggota Muslimat NU DIY berkumpul untuk mendengarkan rangkaian ceramah, lokakarya, dan dialog panel yang menyoroti peran strategis perempuan dalam mengukir sejarah peradaban. Selama pembukaan, panitia menekankan bahwa agenda ini tidak sekadar perayaan seremonial, melainkan wadah konkret untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan nilai‑nilai kemanusiaan perempuan.

Baca juga:

“Perempuan adalah manusia utuh yang memiliki komponen lahiriah fisik, akal budi, dan spiritualitas tinggi,” kata perwakilan Muslimat NU dalam sambutan resmi. Pernyataan tersebut menjadi landasan filosofis bagi seluruh rangkaian program, yang berupaya menyeimbangkan tiga dimensi utama tersebut melalui pendekatan edukatif dan inspiratif.

Dalam sesi pertama, para pemateri menelusuri jejak sejarah perempuan Indonesia yang berperan sebagai arsitek budaya, mulai dari tokoh-tokoh pahlawan nasional hingga figur-figur kontemporer yang memimpin gerakan sosial. Diskusi menyoroti bagaimana nilai spiritualitas yang kuat menjadi motor penggerak keberanian perempuan dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca juga:

Selanjutnya, lokakarya “Kreativitas dan Kepemimpinan” memberikan kesempatan kepada peserta untuk merancang proyek-proyek berbasis komunitas. Para peserta dibimbing untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan inovasi modern, sehingga tercipta solusi yang relevan bagi permasalahan sosial‑ekonomi di wilayah Yogyakarta.

Data internal yang disampaikan panitia menunjukkan peningkatan partisipasi perempuan dalam kegiatan keagamaan dan sosial di DIY selama satu dekade terakhir, mencerminkan tren positif yang selaras dengan semangat Harlah kali ini. Meskipun angka spesifik tidak diungkap, panitia menegaskan bahwa jumlah anggota aktif Muslimat NU DIY telah mengalami pertumbuhan signifikan, menguatkan posisi perempuan dalam jaringan organisasi.

Baca juga:

Acara berakhir dengan penyerahan penghargaan kepada perempuan yang dianggap telah memberi kontribusi luar biasa dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Penghargaan tersebut dimaksudkan untuk menginspirasi generasi muda agar terus meneladani jejak langkah para pendahulu.

Secara keseluruhan, Harlah ke-80 Muslimat NU DIY berhasil menyatukan visi keagamaan, kebudayaan, dan pembangunan sosial dalam satu narasi yang mengangkat perempuan sebagai fondasi utama peradaban. Penyelenggara berharap momentum ini akan terus berlanjut, menghasilkan program-program lanjutan yang memperkuat peran perempuan dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *