Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Detect Me: Inovasi Deteksi Dini Kesehatan Ibu Hamil dan Janin

Detect Me: Inovasi Deteksi Dini Kesehatan Ibu Hamil dan Janin

Detect Me: Inovasi Deteksi Dini Kesehatan Ibu Hamil dan Janin
Detect Me: Inovasi Deteksi Dini Kesehatan Ibu Hamil dan Janin

Media Pendidikan – 18 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Pemerintah Indonesia bersama mitra Australia meluncurkan “Detect Me”, sebuah perangkat portabel yang memungkinkan ibu hamil melakukan pemantauan kesehatan diri dan janin secara mandiri di rumah. Alat ini dirancang untuk memberikan hasil deteksi dini terhadap komplikasi kehamilan tanpa menunggu kunjungan rutin bidan atau rumah sakit.

Detect Me merupakan hasil kolaborasi antara lembaga riset kesehatan Indonesia dan institusi teknologi medis Australia. Prototipe pertama telah diuji pada 200 ibu hamil di tiga provinsi, dengan tingkat akurasi deteksi risiko preeklamsia dan pertumbuhan janin yang dilaporkan mencapai 92 persen.

Baca juga:

Fitur utama dan cara kerja

Perangkat ini memiliki sensor ultrasonik mini, modul bioimpedansi, serta aplikasi seluler yang terhubung via Bluetooth. Ibu hamil cukup menempelkan sensor pada perut, kemudian aplikasi akan menampilkan grafik pertumbuhan janin, tekanan darah, serta kadar oksigen dalam darah secara real‑time. Data tersebut dapat disimpan dan dikirim otomatis ke layanan kesehatan terdekat untuk evaluasi lebih lanjut.

“Detect Me memberikan kebebasan kepada perempuan untuk memantau kesehatannya tanpa harus menunggu jadwal kunjungan, terutama di daerah dengan akses layanan terbatas,” ujar Dr. Anita Suryani, peneliti utama proyek dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).

Selain itu, alat ini dilengkapi dengan alarm berbunyi bila terdeteksi nilai yang berada di luar batas normal, sehingga ibu dapat segera menghubungi tenaga medis. Aplikasi juga menyediakan panduan nutrisi dan aktivitas fisik yang disesuaikan dengan trimester kehamilan.

Baca juga:

Dukungan data dan dampak potensial

Program pilot yang dijalankan di wilayah Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua menunjukkan bahwa 68% peserta merasa lebih tenang dengan adanya pemantauan mandiri, sementara kunjungan ke puskesmas menurun sebesar 15% selama periode tiga bulan pertama.

Rencana penyebaran dan tantangan

Pemerintah menargetkan produksi massal Detect Me sebanyak 500.000 unit pada akhir 2026, dengan subsidi khusus untuk keluarga berpenghasilan rendah. Namun, tantangan utama tetap pada edukasi penggunaan perangkat serta infrastruktur digital di daerah terpencil.

“Kita harus memastikan bahwa teknologi ini tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat dioperasikan dengan benar oleh semua lapisan masyarakat,” kata Budi Hartono, Direktur Pusat Inovasi Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Baca juga:

Dengan dukungan dari sektor publik dan swasta, serta kolaborasi lintas negara, Detect Me berpotensi menjadi contoh keberhasilan inovasi kesehatan berbasis teknologi di Asia Tenggara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *