Media Pendidikan – 03 April 2026 | Pendidikan tinggi luar negeri semakin diminati oleh mahasiswa Indonesia. Pada tahun 2026, satu beasiswa S1 menonjol karena tidak mensyaratkan tes bahasa Inggris resmi seperti TOEFL, yaitu beasiswa ISE Scholarship for Foreign Students yang diselenggarakan oleh Chulalongkorn University, Thailand.
Profil Beasiswa Chulalongkorn 2026
Beasiswa ini dibuka untuk mahasiswa internasional termasuk warga Indonesia yang ingin melanjutkan studi sarjana (S1) di bidang teknik dan teknologi. Pendaftaran berlangsung dari 20 Maret hingga 1 Mei 2026. Program menawarkan dua skema pendanaan: penuh dan parsial. Skema penuh mencakup seluruh biaya kuliah, tunjangan hidup, tiket pesawat internasional, serta asuransi kesehatan. Skema parsial hanya menutup biaya akademik dan memberikan asuransi kesehatan.
Bidang Studi yang Tersedia
International School of Engineering (ISE) menyediakan jurusan teknik beragam, antara lain teknik dirgantara, teknik otomotif, kecerdasan buatan, robotika, nanoenergi, teknik komunikasi, serta desain dan manufaktur. Mahasiswa berusia maksimal 25 tahun dapat melamar.
Persyaratan Tanpa TOEFL
Informasi resmi beasiswa tidak mencantumkan persyaratan TOEFL atau tes bahasa Inggris lainnya. Sebagai gantinya, beasiswa menyediakan program persiapan bahasa Inggris sebelum keberangkatan, sehingga calon penerima beasiswa dapat meningkatkan kompetensi bahasa tanpa harus mengikuti tes standar. Dokumen yang diperlukan meliputi formulir aplikasi, transkrip nilai, paspor, surat rekomendasi, serta foto terbaru.
Proses Pendaftaran
- Kunjungi situs resmi beasiswa Chulalongkorn dan isi formulir online.
- Unggah semua dokumen pendukung termasuk paspor dan surat rekomendasi.
- Jika dipilih, kandidat akan mengikuti sesi orientasi dan pelatihan bahasa Inggris sebelum berangkat.
Keunggulan Beasiswa
Selain pembebasan biaya kuliah, beasiswa ini memberikan kesempatan jaringan global dengan mahasiswa internasional serta akses ke fasilitas laboratorium berteknologi tinggi di Chulalongkorn. Lulusan diharapkan dapat kembali ke Indonesia dengan kompetensi teknis yang mendukung pembangunan nasional.
Dengan tidak adanya persyaratan TOEFL, beasiswa ini menjadi pilihan ideal bagi mahasiswa Indonesia yang memiliki prestasi akademik kuat namun belum memiliki kesempatan mengikuti tes bahasa Inggris internasional.


Komentar