Nasional
Beranda » Berita » BNI Luncurkan Fitur Anti‑Penipuan: wondr by BNI Terkunci Saat Panggilan Masuk

BNI Luncurkan Fitur Anti‑Penipuan: wondr by BNI Terkunci Saat Panggilan Masuk

BNI Luncurkan Fitur Anti‑Penipuan: wondr by BNI Terkunci Saat Panggilan Masuk
BNI Luncurkan Fitur Anti‑Penipuan: wondr by BNI Terkunci Saat Panggilan Masuk

Media Pendidikan – 03 April 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) memperkuat benteng perlindungan nasabahnya dengan menambahkan fitur keamanan baru pada aplikasi perbankan digital, wondr by BNI. Fitur tersebut secara otomatis mengunci aplikasi ketika ponsel pengguna menerima panggilan telepon, sehingga transaksi tidak dapat diproses selama panggilan berlangsung.

Inisiatif ini diumumkan oleh Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, yang menekankan bahwa langkah tersebut bersifat preventif untuk menanggulangi modus penipuan yang kerap memanfaatkan komunikasi melalui telepon. “Fitur ini kami hadirkan sebagai langkah preventif untuk melindungi nasabah dari berbagai modus penipuan yang memanfaatkan komunikasi telepon,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Baca juga:

Bagaimana mekanisme kerja fitur tersebut? Ketika telepon berdering, wondr by BNI akan menampilkan notifikasi dengan pesan “Selesaikan Panggilan Kamu Dulu”. Pada saat yang sama, seluruh antarmuka aplikasi akan terkunci, sehingga pengguna tidak dapat mengakses menu transaksi, melihat saldo, atau melakukan transfer. Setelah panggilan selesai, aplikasi secara otomatis kembali ke kondisi semula dan dapat dipergunakan kembali.

  • Telepon masuk terdeteksi oleh sistem operasi ponsel.
  • Wondr by BNI menerima sinyal tersebut melalui integrasi keamanan internal.
  • Aplikasi menampilkan peringatan dan mengunci semua fungsi transaksi.
  • Setelah panggilan berakhir, kunci dilepaskan dan aplikasi kembali aktif.

Tujuan utama dari fitur ini adalah mengurangi risiko penipuan yang biasanya terjadi ketika pelaku menuntut korban tetap berada dalam sambungan telepon sambil diarahkan melakukan transaksi atau membagikan data sensitif. Praktik penipuan semacam ini sering melibatkan permintaan kode OTP, PIN, password, atau data pribadi lain yang dapat membuka akses ke rekening nasabah.

Okki menegaskan bahwa selain mengandalkan teknologi, BNI juga terus mengimbau nasabah untuk tidak memberikan informasi rahasia kepada siapapun, termasuk pihak yang mengatasnamakan BNI. “Dengan fitur terbaru ini, wondr dapat membantu nasabah menjaga data pribadi. Kami juga mengimbau nasabah untuk tidak memberikan informasi rahasia kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BNI,” tegasnya.

Baca juga:

Penerapan fitur keamanan ini sejalan dengan upaya BNI dalam memperkuat ekosistem digital perbankan di tengah lonjakan transaksi online. Transformasi digital perbankan menuntut standar keamanan yang lebih tinggi, mengingat semakin canggihnya teknik penipuan siber. BNI menilai bahwa inovasi semacam ini tidak hanya melindungi nasabah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan perbankan digital.

Secara praktis, nasabah yang menggunakan wondr by BNI tidak perlu melakukan pengaturan khusus. Fitur akan aktif secara otomatis pada setiap panggilan masuk. Namun, BNI menyarankan agar pengguna tetap waspada dan memverifikasi keaslian panggilan sebelum memberikan informasi apapun. Langkah-langkah dasar yang dapat diambil meliputi:

  1. Memastikan nomor yang menghubungi adalah resmi atau dikenal.
  2. Menolak permintaan kode OTP atau PIN melalui telepon.
  3. Menggunakan kanal resmi BNI, seperti aplikasi resmi atau layanan chat, untuk konfirmasi transaksi.

Langkah-langkah tersebut, dipadukan dengan fitur penguncian otomatis, diharapkan dapat meminimalkan peluang penipu berhasil menipu nasabah yang sedang terhubung dalam panggilan telepon.

Baca juga:

Keputusan BNI ini mendapat sambutan positif dari para ahli keamanan siber, yang menilai bahwa pendekatan proaktif seperti ini dapat menjadi contoh bagi institusi keuangan lainnya. Dengan menutup celah yang selama ini dimanfaatkan oleh pelaku penipuan, BNI tidak hanya melindungi aset nasabah, tetapi juga memperkuat reputasinya sebagai bank yang inovatif dan responsif terhadap ancaman digital.

Kesimpulannya, fitur penguncian otomatis wondr by BNI saat panggilan masuk menjadi tambahan lapisan perlindungan yang signifikan dalam ekosistem perbankan digital. Kombinasi antara teknologi canggih dan edukasi nasabah diharapkan dapat menurunkan angka kasus penipuan melalui telepon, sekaligus meneguhkan posisi BNI sebagai pelopor keamanan finansial di era digital.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *