Media Pendidikan – 19 April 2026 | Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno menyampaikan apresiasi atas inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau kembali penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tujuan menjadikannya lebih tepat sasaran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di kantor MPR, Jakarta, pada hari Senin.
Eddy Soeparno menilai langkah Presiden Prabowo sebagai respons yang tepat terhadap tantangan distribusi bantuan gizi yang selama ini masih mengalami penyimpangan. “Langkah ini sangat tepat untuk memastikan bantuan sampai kepada anak yang paling membutuhkan,” ujarnya sambil menekankan pentingnya evaluasi berbasis data lapangan.
Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya menekankan kebijakan berkeadilan sosial, telah membentuk tim khusus yang terdiri dari kementerian terkait, lembaga riset, serta perwakilan masyarakat. Tim tersebut ditugaskan mengumpulkan data aktual di lapangan, menilai efektivitas program, serta menyusun rekomendasi perbaikan dalam jangka pendek dan menengah.
Dalam penjelasan lebih lanjut, Soeparno menyoroti bahwa program MBG sejak peluncurannya telah menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada jutaan anak di seluruh Indonesia. Namun, ia mengakui bahwa masih terdapat kesenjangan antara target penerima dan realitas di lapangan. Oleh karena itu, penyesuaian kebijakan dinilai krusial untuk meningkatkan akurasi penyaluran.
Tim evaluasi juga akan memperhatikan faktor geografis, seperti aksesibilitas daerah terpencil dan tantangan logistik, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk memperbaharui basis data penerima. “Dengan pendekatan yang lebih terukur, pemerintah dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran publik dan meningkatkan dampak positif bagi generasi muda,” tambah Soeparno.
Para pengamat sosial menilai bahwa langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat program perlindungan sosial pasca pandemi. Mereka berharap hasil evaluasi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih transparan dan akuntabel.
Ke depan, Soeparno menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan serta pelaporan publik yang rutin. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan penyaluran MBG yang lebih efektif, sehingga tujuan utama—menurunkan angka kekurangan gizi pada anak—bisa tercapai secara lebih cepat.


Komentar