Media Pendidikan – 13 April 2026 | BMKG mengeluarkan analisis resmi terkait hujan deras bersamaan dengan petir dan angin kencang yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada Minggu, 12 April 2026. Fenomena tersebut menimbulkan banjir lokal, pohon tumbang, serta ambruknya papan reklame di Tol Dalam Kota, menandai peningkatan intensitas cuaca ekstrem di kawasan Jabodetabek.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Dr. Andri Ramdhani, M.Si., menjelaskan bahwa kejadian tersebut dipicu oleh aktifnya gelombang Mixed Rossby Gravity (MRG) yang masih berada dalam fase aktif. “Terdapat belokan angin di bagian selatan Jakarta, serta kondisi atmosfer yang labil dan aktivitas konvektif tinggi terutama pada siang hingga sore hari,” ujar Andri dalam wawancara dengan Kumparan pada Senin, 13 April 2026.
BMKG memproyeksikan bahwa selama 13‑16 April 2026, area selatan Jabodetabek masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, disertai kilat, petir, serta angin kencang. Pada periode tersebut, fenomena cuaca ekstrem berdurasi singkat seperti hujan es juga dapat muncul. Sementara itu, pada 17‑19 April potensi hujan diperkirakan menurun, meskipun masih terdapat peluang hujan ringan di beberapa titik.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Disarankan menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan yang berisiko roboh, serta membatasi aktivitas luar ruangan saat kondisi ekstrem berlangsung. Bagi pengendara, sebaiknya menepi ke tempat aman dan menunggu perbaikan cuaca sebelum melanjutkan perjalanan.
BMKG menekankan pentingnya pemantauan rutin terhadap prakiraan cuaca, peringatan dini, serta peringatan cuaca ekstrem melalui kanal resmi lembaga. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kerusakan serta melindungi keselamatan publik selama fase transisi musim yang masih dinamis.


Komentar