Sains & Teknologi
Beranda » Berita » ARCH:ID 2026 Dorong Inovasi Industri Arsitektur lewat Kolaborasi Lintas Disiplin

ARCH:ID 2026 Dorong Inovasi Industri Arsitektur lewat Kolaborasi Lintas Disiplin

ARCH:ID 2026 Dorong Inovasi Industri Arsitektur lewat Kolaborasi Lintas Disiplin
ARCH:ID 2026 Dorong Inovasi Industri Arsitektur lewat Kolaborasi Lintas Disiplin

Media Pendidikan – 27 April 2026 | Hall 6 ICE BSD City menjadi saksi berlangsungnya edisi keenam ARCH:ID, forum dan pameran arsitektur terbesar di Indonesia, yang digelar pada 23‑26 April 2026. Acara tersebut menitikberatkan pada upaya memperkuat industri arsitektur nasional melalui kolaborasi lintas disiplin, sekaligus menjadi wadah pertukaran ide antara profesional, akademisi, dan pelaku industri kreatif.

Sejak diluncurkan, ARCH:ID telah menjadi platform rutin bagi para arsitek, desainer interior, insinyur struktural, dan pakar teknologi konstruksi untuk menampilkan proyek terbaru, memamerkan material inovatif, serta mendiskusikan tren global yang memengaruhi lanskap perkotaan Indonesia. Edisi 2026 menambah dimensi baru dengan menekankan sinergi antar‑bidang, mengundang partisipasi dari sektor energi, transportasi, dan digital yang secara langsung terkait dengan proses perancangan bangunan.

Baca juga:

Rangkaian Acara dan Fokus Interdisipliner

Selama empat hari, peserta dapat mengikuti serangkaian seminar, lokakarya, dan panel diskusi yang membahas tema-tema kritis, antara lain penggunaan bahan ramah lingkungan, penerapan Building Information Modeling (BIM) dalam skala kota, serta integrasi solusi mobilitas berkelanjutan dalam perencanaan kawasan. Setiap sesi dirancang untuk memfasilitasi dialog dua arah, sehingga ide-ide inovatif dapat diuji dan diadaptasi secara real‑time.

ARCH:ID 2026, Perkuat Industri Arsitektur Lewat Kolaborasi Lintas Disiplin,” kata penyelenggara, menegaskan komitmen acara untuk menjembatani gap antara teori akademik dan praktik lapangan. Dengan mengundang pakar dari bidang energi terbarukan, peserta diharapkan dapat menilai dampak desain arsitektural terhadap efisiensi konsumsi energi dan jejak karbon.

Baca juga:

Data yang ditampilkan pada pameran menunjukkan bahwa lebih dari setengah peserta berasal dari kalangan profesional, sementara sisanya merupakan mahasiswa dan peneliti. Lokasi Hall 6 ICE BSD City dipilih karena fasilitasnya yang modern, menyediakan ruang pamer yang fleksibel serta akses mudah bagi pengunjung dari Jabodetabek.

Selain sesi edukatif, pameran menampilkan model maket skala besar, visualisasi 3D, serta instalasi interaktif yang memanfaatkan teknologi augmented reality. Penataan ruang pamer mengedepankan prinsip sirkulasi yang memudahkan pertemuan lintas bidang, sehingga arsitek dapat langsung berkonsultasi dengan insinyur struktural atau pakar material.

Baca juga:

Penutup acara direncanakan dengan presentasi hasil kolaborasi proyek percontohan yang lahir selama forum. Proyek‑proyek ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi kota-kota lain dalam mengadopsi pendekatan terpadu pada pembangunan berkelanjutan.

Dengan suksesnya ARCH:ID 2026, harapan besar diletakkan pada kelanjutan inisiatif serupa yang dapat menumbuhkan ekosistem arsitektur lebih kuat, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *