Media Pendidikan – 12 Mei 2026 | Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyorot tajam isu penyebaran Hantavirus di Indonesia yang disebabkan oleh tikus. Ia menilai, ancaman penyakit berbasis lingkungan sering kali muncul di daerah dengan kapasitas layanan kesehatan belum merata.
Puan mengungkapkan, keberhasilan pemerintah menghadapi ancaman kesehatan tidak hanya diukur dari rendahnya jumlah kasus, melainkan dari kemampuan negara menjaga ketenangan masyarakat. “Juga dengan membangun kepercayaan publik, dan memastikan setiap warga merasa terlindungi ketika menghadapi potensi risiko kesehatan baru,” kata Puan.
Masyarakat perlu merasakan kehadiran pemerintah sejak tahap awal Hantavirus munculnya ancaman kesehatan. “DPR melalui alat kelengkapan dewan terkait akan memastikan Pemerintah bergerak cepat. Terbuka dan mampu memberi rasa aman kepada masyarakat melalui langkah yang jelas dan dapat dipantau masyarakat,” ujar Puan.
Dinkes Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, mengungkapkan hasil kasus suspek Hanta Virus seorang warga wilayah tersebut. Dinkes menyampaikan, hasil laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan negatif. Meskipun hasilnya negatif, masyarakat di Kabupaten Kulon Progo tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko penularan penyakit zoonosis tersebut.


Komentar