Media Pendidikan – 24 April 2026 | Yogyakarta – Anastasia Puji Astuti, seorang nasabah PNM Mekaar, mengubah kisah pribadi menjadi aksi sosial yang menginspirasi. Ia mendirikan sebuah salon kecantikan yang melayani secara gratis para orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), menjawab kebutuhan akan perawatan pribadi yang sering terabaikan oleh layanan kesehatan mental.
Salon tersebut berlokasi di kawasan Sleman, Yogyakarta, dan mulai beroperasi pada akhir 2022. Dengan mengusung konsep “kecantikan untuk semua”, Anastasia membuka pintu bagi lebih dari ratusan ODGJ yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan salon profesional. “Saya ingin memberi mereka kesempatan merasakan perawatan rambut secara gratis, agar rasa percaya diri mereka kembali pulih,” ujar Anastasia dalam wawancara dengan JPNN.com.
Berawal dari pengalaman pribadi sebagai penerima layanan keuangan PNM Mekaar, Anastasia menyadari pentingnya dukungan berkelanjutan bagi kelompok marginal. Ia menyalurkan sebagian tabungan dan keuntungan usahanya untuk menyewa tempat, membeli peralatan, serta melatih tenaga kerja sukarelawan yang juga merupakan anggota komunitas ODGJ.
Detail Operasional dan Dampak Sosial
Setiap hari, salon melayani antara 10 hingga 15 klien, memberikan layanan potong rambut, pewarnaan, dan perawatan kulit kepala tanpa biaya. Tim terdiri dari 5 tenaga ahli yang telah mendapatkan pelatihan khusus dalam berinteraksi dengan penyandang gangguan jiwa, memastikan suasana yang aman dan nyaman. Selain itu, salon juga menyediakan ruang konseling ringan yang bekerja sama dengan psikolog lokal, menambah nilai terapeutik bagi para pengunjung.
Hingga kini, lebih dari 200 orang telah merasakan manfaat langsung dari program ini. Banyak di antaranya melaporkan peningkatan rasa percaya diri, motivasi untuk mencari pekerjaan, dan bahkan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan mereka.
PNM Mekaar turut berperan sebagai mitra pendukung utama. Bank tersebut menyediakan fasilitas pembiayaan mikro bagi usaha sosial Anastasia, serta mengadakan program edukasi keuangan bagi para penerima layanan salon. “Kemitraan ini menunjukkan bagaimana sektor keuangan dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan mental masyarakat,” kata perwakilan PNM Mekaar.
Keberhasilan salon gratis ini tidak lepas dari dukungan komunitas setempat. Relawan, tokoh agama, dan lembaga sosial turut membantu dalam promosi, penyediaan bahan baku, serta penggalangan dana. Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat jaringan perlindungan bagi ODGJ, menjadikan salon bukan sekadar tempat perawatan, melainkan pusat pemberdayaan.
Dengan pendekatan yang holistik, Anastasia berencana memperluas layanan ke wilayah lain di Jawa Tengah. Ia menargetkan pembukaan cabang kedua pada awal 2025, dengan harapan model ini dapat direplikasi oleh komunitas lain di seluruh Indonesia.
Secara keseluruhan, inisiatif salon gratis ODGJ yang diprakarsai oleh Anastasia Puji Astuti tidak hanya memberikan solusi praktis bagi kebutuhan kecantikan, tetapi juga menumbuhkan rasa inklusif dan harapan baru bagi penyandang gangguan jiwa di Yogyakarta.


Komentar