Media Pendidikan – 02 Mei 2026 | Taruno Tanoyo, yang akrab disapa Abdi Dalem, berhasil menunaikan ibadah ke Mekkah pada Kamis, 30 April 2026, setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Kampungnya di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kisah Tabungan dan Penjualan Kambing
Abdi Dalem, kini berusia 84 tahun, memulai rencananya sejak usia 70-an dengan menabung secara konsisten 10.000 rupiah setiap hari. Selain menabung, ia juga menjual 14 ekor kambing yang dimilikinya secara bertahap untuk menambah dana perjalanan. Total tabungan dan hasil penjualan kambing tersebut cukup untuk menutupi biaya tiket pesawat, akomodasi, serta kebutuhan selama di Tanah Suci.
Perjalanan dari Kulonprogo ke Mekkah
Rute yang ditempuh meliputi perjalanan darat dari Kulonprogo ke Pelabuhan Tanjung Priok, kemudian melanjutkan dengan kapal laut ke Pelabuhan Jeddah, dan akhirnya naik pesawat komersial menuju Mekkah. Seluruh proses memakan waktu lebih dari tiga minggu, termasuk masa penyesuaian dan persiapan administrasi visa umrah.
Data resmi menunjukkan bahwa biaya rata‑rata umrah untuk satu orang pada tahun 2026 berada di kisaran 30‑35 juta rupiah, termasuk tiket pesawat, akomodasi, serta paket ibadah. Dengan menabung 10.000 rupiah per hari selama lebih dari 8 tahun, serta menambah dana dari penjualan kambing, Abdi Dalem berhasil mengumpulkan total sekitar 35 juta rupiah.
Makna Spiritual dan Sosial
Kedatangan Abdi Dalem ke Mekkah tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, namun juga menginspirasi banyak warga senior di Indonesia. Komunitas setempat di Kulonprogo menggelar acara sambutan, menyoroti pentingnya tekad, disiplin finansial, dan kepercayaan diri dalam meraih impian, terlepas dari usia.
Selain itu, Abdi Dalem berencana membagikan pengalamannya melalui ceramah-ceramah kecil di masjid‑masjid setempat setelah kembali ke tanah air, dengan harapan dapat memotivasi generasi muda untuk menabung secara teratur dan menyiapkan dana untuk ibadah.
Dengan selesainya rangkaian ibadah di Masjidil Haram, Abdi Dalem menutup perjalanan spiritualnya dengan rasa syukur mendalam. Ia berharap kisahnya dapat menjadi teladan bahwa tidak ada batas usia untuk mengejar cita‑cita, asalkan didukung oleh konsistensi dan tekad kuat.


Komentar