Daerah
Beranda » Berita » Penghormatan Tertinggi: Upacara Pemakaman Mayor Zulmi Aditya di TMP Cikutra, Bandung

Penghormatan Tertinggi: Upacara Pemakaman Mayor Zulmi Aditya di TMP Cikutra, Bandung

Penghormatan Tertinggi: Upacara Pemakaman Mayor Zulmi Aditya di TMP Cikutra, Bandung
Penghormatan Tertinggi: Upacara Pemakaman Mayor Zulmi Aditya di TMP Cikutra, Bandung

Media Pendidikan – 05 April 2026 | Bandung, 5 April 2026 – Pada Minggu pagi, Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra menjadi saksi upacara pemakaman militer yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, untuk mengenang Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar. Upacara yang dilaksanakan dengan khidmat ini menandai akhir perjalanan seorang perwira muda yang gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Lebanon.

Mayor Zulmi, yang berasal dari Bandung, merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) Angkatan 49 dan sejak 2022 mengabdi dalam Pasukan Perdamaian (PKO) PBB. Penugasan terbarunya berada di wilayah Bekaa, Lebanon, di mana pasukan Indonesia berperan sebagai penegak keamanan dan penengah antara faksi-faksi bersenjata yang berseteru. Pada 28 Maret 2026, saat melakukan patroli rutin bersama pasukan multinasional, sebuah ledakan improvisasi (IED) meledak di jalur yang dilalui, menewaskan Mayor Zulmi sekaligus beberapa anggota pasukan lainnya.

Baca juga:

Berita duka tersebut segera menyebar ke tanah air, memicu rasa duka yang mendalam di kalangan militer, pejabat negara, dan masyarakat umum. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengirimkan surat belasungkawa kepada keluarga almarhum dan menekankan jasa-jasanya dalam menjaga perdamaian dunia. Di sisi lain, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan penghargaan khusus atas dedikasi Mayor Zulmi yang selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

Upacara pemakaman di TMP Cikutra dimulai pukul 08.00 WIB dengan kedatangan pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri. Jenderal Agus Subiyanto, sebagai Panglima TNI, memimpin prosesi, memberikan penghormatan terakhir, dan membacakan eulogi singkat yang menyoroti karier gemilang sang Mayor.

“Mayor Zulmi adalah contoh nyata prajurit yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, integritas, dan profesionalisme,” ujar Jenderal Subiyanto. “Keberaniannya di medan operasi, terutama di Lebanon, menunjukkan komitmen Indonesia untuk berkontribusi pada perdamaian internasional. Kami berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.”

Selama upacara, disuarakan pula doa khusus oleh Chaplain TNI, yang menambahkan harapan agar roh sang pahlawan menemukan ketenangan abadi. Selanjutnya, petugas militer melakukan pengibaran bendera merah-putih setengah tiang, sebuah simbol penghormatan tertinggi dalam tradisi militer Indonesia.

Baca juga:

Berikut adalah rangkaian penghargaan yang diterima Mayor Zulmi selama kariernya:

  • Satyalancana Wira Karya (2019) – atas kontribusi dalam operasi penanggulangan bencana alam di Jawa Barat.
  • Satyalancana Kebaktian Sosial (2021) – untuk partisipasinya dalam program bantuan sosial bagi masyarakat terdampak konflik.
  • Medali Keberanian Operasional (2023) – atas keberanian dalam operasi anti-terorisme di Aceh.
  • Penghargaan PKO PBB (2025) – sebagai pengakuan atas dedikasi dalam misi perdamaian di Lebanon.

Setelah prosesi selesai, jenazah Mayor Zulmi diletakkan di dalam peti yang dikelilingi bendera merah-putih, lalu diangkut ke makamnya di TMP Cikutra. Keluarga almarhum, termasuk istri dan dua anak kecil, hadir bersama kerabat terdekat, menahan haru di antara sorak sorai para prajurit yang memberikan penghormatan terakhir.

Upacara pemakaman ini tidak hanya menjadi momen duka, melainkan juga mengingatkan publik akan risiko yang dihadapi prajurit Indonesia ketika bertugas di luar negeri. Menurut data Kementerian Pertahanan, hingga akhir 2025, Indonesia telah menurunkan lebih dari 2.000 personel ke berbagai misi PKO PBB, dengan 12 di antaranya gugur dalam menjalankan tugas. Mayor Zulmi menjadi korban ke-12 dalam rangkaian pengorbanan tersebut.

Keberanian Mayor Zulmi telah menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama calon perwira TNI yang tengah menempuh pendidikan di Akademi Militer. Sekolah Tinggi Militer (STIM) Bandung mengadakan seminar khusus yang menyoroti nilai-nilai kepahlawanan, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih, dengan mengangkat kisah Mayor Zulmi sebagai contoh nyata.

Baca juga:

Di akhir upacara, Jenderal Agus Subiyanto menutup dengan pesan yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mendukung peran Indonesia dalam menjaga perdamaian global. “Pengorbanan Mayor Zulmi menegaskan bahwa keamanan dunia bukanlah tugas satu negara saja, melainkan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga warisan keberanian ini dengan terus memperkuat komitmen kita pada nilai-nilai perdamaian,” tuturnya.

Keluarga Mayor Zulmi, meski masih diliputi duka, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan moral. Mereka berharap kisah sang pahlawan dapat menjadi sumber semangat bagi semua yang berjuang demi kedamaian dunia.

Dengan selesainya upacara pemakaman, nama Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar akan terus dikenang dalam daftar pahlawan nasional yang telah mengorbankan nyawanya demi keamanan dan perdamaian internasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *