Daerah
Beranda » Berita » Penghormatan Terakhir: Praka Farizal Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Kulon Progo

Penghormatan Terakhir: Praka Farizal Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Kulon Progo

Penghormatan Terakhir: Praka Farizal Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Kulon Progo
Penghormatan Terakhir: Praka Farizal Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Kulon Progo

Media Pendidikan – 03 April 2026 | Jenazah Prajurit Kepala (Praka) Praka Farizal Romadhon, yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon, diperkirakan tiba di rumah duka di Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo pada Sabtu malam, 4 April 2026. Kedatangan jenazah disambut oleh Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf. Dyan Niti Sukma, yang memastikan proses pemakaman akan dilaksanakan keesokan harinya di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Wates, Kulon Progo.

Awalnya, keluarga sempat mempertimbangkan pemakaman di makam umum di Ledok. Namun, setelah berdiskusi, mereka memutuskan agar almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Keputusan ini diungkapkan oleh kakak ipar Praka Farizal, M. Fitra Abdul Aziz, yang menekankan pentingnya memberi contoh kebanggaan kepada anak almarhum. “Pertama, lebih ke anak beliau. Biar anaknya ketika besar bisa dengan bangga bahwa ayahnya merupakan salah satu pahlawan bangsa yang sudah memberikan jasanya bagi perdamaian dunia,” ujar Fitra.

Baca juga:

Selain menaruh penghormatan kepada jasa sang prajurit, keluarga juga berharap pemakaman di kawasan pahlawan dapat membuka peluang dukungan bagi masa depan buah hati Farizal. “Mengingat masa depan anaknya, supaya ke depannya lebih bagus dan lebih baik. Bisa ada dukungan dari pemerintah juga,” tambahnya.

Pertimbangan keluarga dirangkum dalam poin-poin berikut:

  • Memberikan warisan kebanggaan nasional kepada anak.
  • Menempatkan almarhum di tempat yang menghormati jasa pahlawan.
  • Mengharapkan perhatian dan bantuan pemerintah bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, dalam rangka menghormati dedikasi Farizal, Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, Kolonel Inf. Dimar Bahtera, mengumumkan bahwa Praka Farizal telah menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Kopral Dua (Kopda). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengorbanan dan kontribusi almarhum dalam misi perdamaian internasional.

Baca juga:

Upacara pemakaman dijadwalkan berlangsung pada 5 April 2026, dengan prosesi yang melibatkan perwakilan militer, pejabat daerah, serta warga setempat. Taman Makam Pahlawan Giripeni, yang terletak di Wates, Kulon Progo, dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi bangsa. Pemakaman Praka Farizal di lokasi ini menambah deretan nama pahlawan yang dikenang di sana.

Pengiriman jenazah ke Kulon Progo melibatkan koordinasi lintas instansi, termasuk TNI, kepolisian, serta pihak rumah duka. Proses ini berjalan lancar berkat kerja sama yang solid antara aparat keamanan dan keluarga almarhum. Pada malam kedatangan, rumah duka di Ledok dipenuhi oleh kerabat dekat, sahabat, serta rekan-rekan satuan yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Keberadaan Praka Farizal dalam misi perdamaian Lebanon menegaskan peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas regional. Penugasan pasukan perdamaian merupakan bagian dari kebijakan luar negeri Indonesia yang berlandaskan pada semangat perdamaian dan kerjasama internasional. Pengorbanan Farizal menambah catatan panjang prajurit Indonesia yang rela mengorbankan nyawa demi keselamatan bangsa dan dunia.

Baca juga:

Dalam konteks sosial, pemakaman di Taman Makam Pahlawan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kulon Progo dan sekitarnya. Keberanian dan pengabdian Farizal menjadi contoh nyata tentang nilai kebangsaan, disiplin, serta semangat pelayanan. Sekolah-sekolah dan organisasi pemuda di daerah tersebut direncanakan mengadakan kegiatan penghormatan untuk menanamkan rasa hormat dan kebanggaan nasional.

Secara keseluruhan, upacara pemakaman Praka Farizal tidak hanya menjadi momen duka bagi keluarga, tetapi juga simbol penghargaan negara terhadap pahlawan yang gugur dalam tugas. Penempatan jenazah di Taman Makam Pahlawan Giripeni menegaskan komitmen pemerintah daerah Kulon Progo dalam melestarikan ingatan akan jasa para pahlawan, sekaligus memberikan ruang bagi keluarga untuk berduka dengan layak.

Dengan demikian, pemakaman ini menutup satu babak pengabdian Farizal, namun membuka lembaran baru dalam ingatan kolektif bangsa akan keberanian dan pengorbanan prajuritnya. Semoga keluarga almarhum diberikan ketabahan, dan semangat perjuangan Farizal terus menginspirasi generasi berikutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *