Media Pendidikan – 03 Juni 2026 | Banyak orang mengira kopi membuat mereka semangat karena kafein. Itu benar, tapi hanya separuh cerita. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan aroma kopi saja sudah cukup untuk mengaktifkan respons otak yang terkait dengan kewaspadaan dan perasaan positif.
Prof. Anu Realo dari Departemen Psikologi University of Warwick menjelaskan bahwa kafein bekerja dengan cara memblokir reseptor adenosin, yang dapat meningkatkan aktivitas dopamin di area-area kunci otak. Efek ini oleh sejumlah studi dikaitkan dengan peningkatan suasana hati dan kewaspadaan.
Hasil riset dari University of Warwick dan Bielefeld University yang dipublikasikan di jurnal Nature Scientific Reports (2025) memperkuat hal ini. Dari 28.000 laporan suasana hati yang dikumpulkan selama empat minggu, para peminum kopi secara konsisten melaporkan suasana hati yang lebih baik dalam 2,5 jam pertama setelah konsumsi.
Faktor psikologis seperti ekspektasi terhadap efek positif dan aspek ritual dari minum kopi di pagi hari turut memperkuat dampak tersebut.
Hasilnya? Otak mulai melepaskan dopamin, neurotransmitter yang berhubungan dengan antisipasi dan reward, bahkan sebelum kamu meminumnya.
Kopi sebagai ritual, bukan sekadar minuman. Di psikologi, ada konsep bernama behavioral anchoring, di mana suatu tindakan berulang menjadi sinyal bagi otak untuk beralih ke mode tertentu. Bagi jutaan orang, kopi pagi adalah anchor itu.
Proses yang tampak sederhana itu memberi otak sesuatu yang ia butuhkan: transisi. Jeda di antara tidur dan bekerja. Dan dalam jeda itulah, kecemasan pagi hari sering kali mereda.
Tentu, tidak semua hubungan kopi dan psikologi bersifat positif. Konsumsi berlebihan bisa memperparah kecemasan karena kafein merangsang sistem saraf simpatis yang sama yang aktif saat kita stres.


Komentar