Media Pendidikan – 02 Juni 2026 | Sebagian besar orang akan mengenali situasi di mana mereka merasa takut untuk mencoba hal baru atau mengambil langkah maju karena ketakutan akan kegagalan atau penilaian sosial. Namun, apa yang terjadi jika kita melihat lebih dalam ke dalam diri kita dan menemukan bahwa ketakutan ini sebenarnya adalah hasil dari kebiasaan berpikir yang salah?
Ilustrasi terjebak dalam zona nyaman (sumber: dokumentasi pribadi/Nasywa Walidina)Pengumuman open recruitment organisasi itu sudah kamu screenshot minggu lalu. Kamu qualified, tertarik, tapi formulirnya belum dibuka sampai hari ini dan ternyata deadline tinggal dua hari. Bukan karena lupa, kamu tahu persis di mana file-nya tersimpan.
Kalau kamu pernah di titik itu, kamu tidak sendirian dan kamu juga bukan seorang yang pemalas. Yang terjadi jauh lebih kompleks dari itu, dan semuanya berkaitan dengan sesuatu yang berada di zona nyaman.
Zona nyaman merupakan kondisi di mana seseorang merasa aman, tenang, dan tidak stres karena yang ia lakukan hanya aktivitas yang sudah dipahami dan dikuasai. Namun, terlalu lama berada di sini tentu dapat membatasi ruang seseorang untuk berkembang dan mencoba hal yang baru.
Masalahnya, manusia memiliki kebutuhan yang sering kali saling bertentangan, yaitu kebutuhan akan rasa aman dan kebutuhan untuk berkembang. Seseorang mungkin ingin mencoba hal baru atau meraih kesempatan yang lebih baik, tetapi pada saat yang sama juga merasa takut menghadapi perubahan dan ketidakpastian.
Penghindaran terhadap ketidaknyamanan muncul dari berbagai faktor psikologis. Yang paling umum adalah ketakutan akan kegagalan dan penilaian sosial. Menariknya, yang sering ditakuti bukan kegagalannya sendiri, melainkan makna bahwa kegagalan akan membuktikan diri tidak cukup mampu atau tidak cukup layak.
Bagi banyak orang, perubahan bukan hanya tentang mempelajari kemampuan baru, tetapi juga menyangkut cara seseorang memandang dirinya sendiri. Ketika seseorang mencoba keluar dari zona nyaman, yang dipertaruhkan sering kali bukan sekadar hasil, melainkan identitas dirinya.
Keluar dari zona nyaman sering kali terdengar sederhana dalam teori, tetapi jauh lebih rumit ketika benar-benar dijalani. Banyak orang mengatakan bahwa kita hanya perlu “melawan rasa takut”, padahal kenyataannya rasa takut tidak selalu bisa hilang begitu saja.


Komentar