Guru & Dosen
Beranda » Berita » Nadiem Cerita Awal Pembentukan Grup WA ‘Mas Menteri Core’ hingga Kenal Fiona dkk

Nadiem Cerita Awal Pembentukan Grup WA ‘Mas Menteri Core’ hingga Kenal Fiona dkk

Nadiem Cerita Awal Pembentukan Grup WA 'Mas Menteri Core' hingga Kenal Fiona dkk
Nadiem Cerita Awal Pembentukan Grup WA 'Mas Menteri Core' hingga Kenal Fiona dkk

Media Pendidikan – 12 Mei 2026 | Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjelaskan awal mula pembentukan grup WhatsApp ‘Mas Menteri Core Team’ yang turut berisi sejumlah nama seperti Fiona Handayani, Najelaa Shihab, hingga Jurist Tan. Penjelasan itu disampaikan saat sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, Senin (11/5).

Mulanya, pengacara Nadiem menyinggung dakwaan jaksa yang menyebut Nadiem membentuk dua grup WhatsApp pada Juli hingga Agustus 2019, yakni grup ‘Education Consul’ dan ‘Mas Menteri Core’.

Baca juga:

Nadiem lalu menegaskan bahwa dirinya justru baru mengenal sejumlah nama tersebut saat grup itu dibentuk.

‘Saya baru kenal saat itu, gimana mau teman,’ jawab Nadiem.

Pengacara kemudian mendalami kapan Nadiem mulai mengenal Fiona Handayani.

‘Itu yang mau saya gali sekarang. Kapan bapak mulai kenal orang yang namanya Fiona Handayani?’ tanya pengacara.

Baca juga:

‘Ya saat itu, waktu bergabung dalam grup WA itu,’ jawab Nadiem.

Saat ditanya apakah dirinya benar-benar baru mengenal Fiona dan nama lainnya, Nadiem mengiyakannya.

‘Iya baru kenal Najelaa Shihab, baru kenal Fiona Handayani, baru kenal Nino, baru kenal, cuma 2 yang saya kenal sebelum itu, satu adalah Pak Det, satu lagi Jurist Tan, cuma 2 yang saya kenal sebelum itu, sisanya saya tidak mengenal. Ibam pun saya tidak mengenal walaupun tidak ada di grup itu,’ ucap dia.

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim menjelaskan, dirinya yang mengundang mereka masuk ke grup WhatsApp tersebut. Ia mengaku mendengar reputasi mereka dari berbagai rekomendasi.

Baca juga:

‘Pada saat itu saya, yang mengundang mereka karena saya mendengar mengenai reputasi mereka dari berbagai orang yang merekomendasikan. Lalu saya berkomunikasi meeting kita berbicara lalu mereka punya passion untuk mau membantu saya gitu, walaupun pada saat itu belum membahas mau perannya apa, tapi selama perbincangan itu terjadi sudah jelas mereka semakin mau menjadi staf khusus pada saat itu.’

Nadiem menambahkan, tanpa bantuan mereka dirinya akan masuk ke birokrasi tanpa memahami persoalan pendidikan nasional.

‘Pada saat itu saya yang mengundang mereka karena saya mendengar mengenai reputasi mereka dari berbagai orang yang merekomendasikan. Lalu saya berkomunikasi, meeting, kita berbicara, lalu mereka punya passion untuk mau membantu saya gitu,’ jawab Nadiem.

‘Walaupun pada saat itu belum membahas mau perannya apa, tapi selama perbincangan itu terjadi, sudah jelas mereka semakin mau menjadi staf khusus pada saat itu,’ lanjutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *