Media Pendidikan – 18 April 2026 | Jakarta – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) secara resmi meluncurkan inisiatif ambisius untuk melatih satu juta guru menjadi mahir dalam bidang Artificial Intelligence (AI) dan coding, dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Program ini diumumkan dalam sebuah acara yang menandai komitmen kuat organisasi terhadap percepatan transformasi digital di sektor pendidikan.
Gerakan pelatihan ini dirancang untuk memperlengkapi tenaga pendidik dengan kompetensi teknis yang relevan, sehingga mereka dapat mengintegrasikan teknologi AI dan pemrograman ke dalam kurikulum belajar mengajar. Dengan target mencapai satu juta guru, PGRI berharap dapat menciptakan jaringan pendidik yang kompeten dalam memanfaatkan teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) resmi meluncurkan gerakan pelatihan satu juta guru mahir Artificial Intelligence (AI) dan coding berbasis pembelajaran mendalam,” ujar perwakilan PGRI dalam sambutan pembukaan. Pernyataan tersebut menegaskan arah strategis organisasi dalam menjawab tantangan era digital yang semakin menuntut kemampuan teknologi di ruang kelas.
Metode pembelajaran mendalam yang diusung dalam program ini mengacu pada teknik pembelajaran mesin yang memungkinkan guru tidak hanya memahami teori dasar AI, tetapi juga mengaplikasikannya dalam skenario pendidikan nyata. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi guru terhadap perubahan kebutuhan kompetensi di era industri 4.0.
Secara operasional, program akan dilaksanakan melalui serangkaian modul daring dan lokakarya tatap muka yang disesuaikan dengan tingkat keahlian peserta. Setiap modul mencakup materi mulai dari pengenalan dasar AI, bahasa pemrograman populer, hingga pengembangan aplikasi sederhana yang dapat diintegrasikan dalam proses belajar mengajar. Dengan skala nasional, PGRI berencana menggandeng institusi pendidikan tinggi dan perusahaan teknologi untuk menyediakan sumber daya pelatihan yang memadai.
Data yang disampaikan menyebutkan target satu juta guru mencakup pendidik dari semua jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Angka ini mencerminkan skala luas program yang tidak hanya berfokus pada wilayah tertentu, melainkan mencakup seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil yang selama ini mengalami keterbatasan akses teknologi.
Keberhasilan inisiatif ini diharapkan dapat menurunkan kesenjangan digital di sektor pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi muda dengan kemampuan literasi digital yang kuat. PGRI menegaskan bahwa pelatihan ini akan menjadi fondasi bagi reformasi kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar kerja yang semakin mengutamakan keahlian teknologi.
Ke depan, PGRI berkomitmen untuk memantau progres pelaksanaan program melalui evaluasi berkala, serta menyesuaikan materi pelatihan sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Dengan langkah ini, organisasi berharap dapat menjadi pionir dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Komentar