Daerah
Beranda » Berita » Seleksi Imam Kelurahan Makassar 2026-2029: 140 Peserta Berebut 103 Kursi, Appi Tegas “Tak Bisa Mengaji Jangan Daftar”

Seleksi Imam Kelurahan Makassar 2026-2029: 140 Peserta Berebut 103 Kursi, Appi Tegas “Tak Bisa Mengaji Jangan Daftar”

Seleksi Imam Kelurahan Makassar 2026-2029: 140 Peserta Berebut 103 Kursi, Appi Tegas “Tak Bisa Mengaji Jangan Daftar”
Seleksi Imam Kelurahan Makassar 2026-2029: 140 Peserta Berebut 103 Kursi, Appi Tegas “Tak Bisa Mengaji Jangan Daftar”

Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Makassar, 6 Mei 2026 – Pemerintah Kota Makassar menggelar proses seleksi untuk mengisi jabatan Imam Kelurahan periode 2026-2029. Sebanyak 140 calon bersaing memperebutkan 103 kursi yang tersedia, menjadikan kompetisi ini tergolong ketat.

Seleksi yang dilaksanakan di Balai Kota tersebut melibatkan serangkaian tahapan, termasuk tes tulisan, ujian mengaji, serta wawancara yang menilai kemampuan kepemimpinan dan pemahaman agama. Panitia menegaskan bahwa semua tahapan dijalankan secara transparan dan berpedoman pada peraturan yang berlaku.

Baca juga:

Koordinator panitia, Appi, menambahkan bahwa persyaratan utama tetap menekankan kemampuan mengaji. Ia menegaskan, “Tak Bisa Mengaji Jangan Daftar”. Pernyataan ini disampaikan secara tegas kepada seluruh peserta, mengingat peran imam kelurahan sangat bergantung pada kemampuan membimbing jamaah dalam ibadah.

Dengan jumlah kursi yang lebih sedikit dibandingkan calon, persentase kelulusan diperkirakan berada di kisaran 73 persen. Hal ini menimbulkan persaingan intens, terutama di kelurahan dengan populasi muslim yang tinggi. Kandidat yang lolos diharapkan dapat mengisi posisi imam selama tiga tahun ke depan, serta melaksanakan tugas-tugas keagamaan, sosial, dan edukasi di lingkungan masing-masing.

Baca juga:

Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan akan diumumkan secara resmi pada akhir bulan Mei melalui situs resmi Pemerintah Kota Makassar serta media partner Fajar.co.id. Para peserta yang tidak berhasil akan diberikan rekomendasi untuk mengikuti program pelatihan lanjutan, guna meningkatkan kompetensi bagi kesempatan berikutnya.

Selain menyoroti angka peserta dan kursi, proses seleksi ini juga menjadi indikator komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat struktur keagamaan di tingkat kelurahan. Dengan menekankan kualitas mengaji, diharapkan imam kelurahan yang terpilih dapat menjadi figur pembimbing yang kredibel dan dapat meningkatkan kualitas ibadah masyarakat.

Baca juga:

Secara keseluruhan, kompetisi ini mencerminkan upaya pemerintah kota Makassar untuk menyalurkan kepemimpinan keagamaan yang kompeten, sekaligus memberikan peluang bagi calon-calon imam yang memiliki dedikasi tinggi. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau, terutama mengenai dampak penempatan imam kelurahan terhadap kegiatan keagamaan di masing‑masing wilayah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *