Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Yogyakarta – Sejumlah 182 orang tua yang anaknya menjadi korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, mengajukan keluhan resmi dan menuntut pendampingan psikologis pada Rabu (6/5). Permintaan tersebut disampaikan melalui Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Pemerintah Kota Yogyakarta.
Kronologi dan Tindakan Pemerintah
Kasus kekerasan yang melibatkan anak‑anak usia dini ini pertama kali mencuat pada awal bulan Mei 2024. Sejak itu, UPT PPA mencatat setidaknya 182 aduan yang masuk hingga Rabu lalu, mencerminkan besarnya kekhawatiran orang tua terhadap kondisi psikologis anak mereka.
Pejabat UPT PPA, Budi Santoso, menjelaskan bahwa timnya sedang mengkaji masing‑masing laporan dan berkoordinasi dengan pihak daycare. Ia menambahkan, “Kami berkomitmen memberikan layanan konseling dan pendampingan psikologis kepada semua korban serta memastikan langkah preventif ke depan.”
Salah satu orang tua, Ibu Siti Nurhaliza, mengungkapkan keprihatinannya dengan tegas: “Kami khawatir trauma anak kami semakin dalam jika tidak ada dukungan psikologis,” katanya.
Selain permintaan pendampingan, orang tua juga menuntut transparansi proses investigasi serta jaminan keamanan bagi anak‑anak yang masih bersekolah di Little Aresha. Mereka menyoroti perlunya prosedur standar operasional yang lebih ketat untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Data yang tersedia menunjukkan bahwa sebagian besar aduan berasal dari wilayah Umbulharjo dan sekitarnya, dengan mayoritas orang tua melaporkan gejala stres, kecemasan, dan perubahan perilaku pada anak setelah insiden. Pihak berwenang menyiapkan tim psikolog berlisensi untuk melakukan sesi konseling individual maupun grup.
UPT PPA juga mengingatkan bahwa Undang‑Undang Perlindungan Anak memberi hak kepada setiap anak untuk mendapatkan perlindungan fisik dan mental. Oleh karena itu, penyedia layanan penitipan anak wajib melaporkan setiap indikasi kekerasan kepada otoritas terkait.
Dengan tekanan publik yang terus meningkat, pemerintah kota berjanji akan menyampaikan laporan hasil investigasi secara terbuka dalam waktu dua minggu ke depan. Sementara itu, orang tua berharap layanan pendampingan psikologis dapat segera diimplementasikan sehingga anak‑anak mereka dapat kembali menikmati masa kecil tanpa trauma.


Komentar