Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Pada Senin, 4 Mei 2026, layanan KRL Green Line di wilayah Tanah Abang–Rangkasbitung terganggu secara signifikan setelah sambaran petir mengenai Listrik Aliran Atas (LAA) dan genangan air melanda jalur rel. Kondisi tersebut memaksa petugas menunda perjalanan kereta, menimbulkan kepadatan penumpang, khususnya di Stasiun Tanah Abang.
Akibat gangguan tersebut, pola operasi KRL harus disesuaikan. Berikut penyesuaian rute yang diterapkan:
- Perjalanan dari Rangkasbitung atau Parung Panjang hanya berakhir di Stasiun Serpong.
- Perjalanan dari Tanah Abang hanya berakhir di Stasiun Kebayoran.
Sementara itu, hujan deras yang mengguyur Jakarta pada sore harinya menambah beban. Genangan air terbentuk di antara Stasiun Kebayoran dan Pondok Ranji, mengakibatkan jalur rel terendam dan menghalangi pergerakan kereta. KAI Commuter mencatat bahwa kondisi ini sempat membuat layanan tidak dapat melintas di segmen tersebut.
Penumpang yang menunggu di Stasiun Tanah Abang mengalami situasi yang tidak nyaman. Pengamatan pada pukul 19.39 WIB menunjukkan:
- Penumpang memadati area stasiun, termasuk lorong dan ruang tunggu.
- Beberapa orang terpaksa duduk di lantai atau bersandar pada tiang.
- Ada pula penumpang yang beristirahat di selasar karena menunggu lama.
Setelah tim teknis berhasil mengatasi gangguan listrik dan air mulai surut, layanan KRL Green Line kembali dapat dilalui dengan kecepatan terbatas. KAI Commuter menyampaikan bahwa perbaikan LAA telah selesai, dan jalur antara Stasiun Jurangmangu‑Pondok Ranji kini aman untuk operasional. Kereta kini bergerak perlahan sambil melakukan penguraian kepadatan penumpang.
Pihak operator terus mengimbau penumpang untuk mengikuti arahan petugas di lapangan, menyesuaikan jadwal perjalanan, serta bersabar selama proses normalisasi layanan. KAI Commuter juga menegaskan bahwa pemantauan kondisi cuaca dan infrastruktur akan ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.


Komentar