Daerah
Beranda » Berita » Perampokan Lansia di Riau: Menantu Terungkap Sebagai Otak Pembunuhan

Perampokan Lansia di Riau: Menantu Terungkap Sebagai Otak Pembunuhan

Perampokan Lansia di Riau: Menantu Terungkap Sebagai Otak Pembunuhan
Perampokan Lansia di Riau: Menantu Terungkap Sebagai Otak Pembunuhan

Media Pendidikan – 04 Mei 2026 | Polresta Pekanbaru pada Minggu (3/5) mengumumkan penangkapan empat pelaku yang terlibat dalam perampokan dan pembunuhan seorang wanita lanjut usia di kota Pekanbaru, Riau. Penangkapan terjadi di dua provinsi berbeda, yakni Aceh Tengah dan Binjai, Sumatera Utara.

Kronologi Kejahatan

Pelaku melakukan survei rumah korban dan sempat menginap di area SPBU Jalan Pramuka karena kekurangan dana. Pada hari aksi, AFT dan L memasuki rumah terlebih dahulu dan mengajak korban berbincang. Tak lama kemudian, SL muncul menyamar sebagai pengemudi ojek online yang menagih biaya Rp 300 ribu. Karena korban menolak, SL menyerang dengan balok kayu, memukul kepala dan dada korban sebanyak lima kali.

Baca juga:

Setelah korban tidak berdaya, AFT dan SL menyeretnya ke kamar mandi, lalu menggasak harta benda sebelum melarikan diri. L melarikan diri dengan sepeda motor, membawa anak korban yang memiliki kebutuhan khusus, lalu menurunkannya di Minas. Kelompok kemudian menuju Binjai, Sumatera Utara, untuk berpesta di sebuah hiburan malam sebelum masing‑masing berpencar ke Aceh Tengah dan Binjai.

Penangkapan dan Penanganan

Tim gabungan Ditreskrimum Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil melacak lokasi persembunyian masing‑masing. AFT dan SL diamankan di sebuah gubuk di Aceh Tengah, sedangkan EW dan L ditangkap di Binjai. Selama proses penangkapan, SL dan EW melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur.

Baca juga:

Hasym menegaskan, “Kami berhasil menangkap keempat pelaku di dua lokasi berbeda,” saat konferensi pers. Semua tersangka kini dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk diproses lebih lanjut.

Kasus ini menyoroti modus operandi kejahatan yang melibatkan anggota keluarga korban. AFT, menantu korban sekaligus anak korban, diduga menjadi otak di balik aksi, sementara suami siri‑nya, SL, berperan sebagai eksekutor utama. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif finansial dan jaringan kriminal yang lebih luas.

Baca juga:

Polri menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika menerima panggilan atau penagihan yang mencurigakan, serta melaporkan segala aktivitas yang tidak wajar kepada pihak berwenang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *