Ekonomi
Beranda » Berita » 29% Gen Z Minta Bantuan Orangtua dalam Negosiasi Gaji, Simak Hasil Survei

29% Gen Z Minta Bantuan Orangtua dalam Negosiasi Gaji, Simak Hasil Survei

29% Gen Z Minta Bantuan Orangtua dalam Negosiasi Gaji, Simak Hasil Survei
29% Gen Z Minta Bantuan Orangtua dalam Negosiasi Gaji, Simak Hasil Survei

Media Pendidikan – 19 April 2026 | Survei yang dipublikasikan pada 19 April 2026 mengungkap bahwa 29 persen generasi Z (lahir antara 1997‑2012) meminta bantuan orangtua ketika melakukan negosiasi gaji pertama mereka. Temuan ini menyoroti tantangan signifikan yang dihadapi para pencari kerja muda dalam tahap krusial memulai karier.

Penelitian tersebut dilakukan secara daring dengan responden yang baru saja memasuki pasar kerja atau sedang dalam proses melamar pekerjaan. Sebagian besar responden mengakui bahwa proses penentuan gaji menjadi momen yang paling menegangkan, bahkan sebelum mereka menandatangani kontrak kerja.

Baca juga:

Berbagai faktor menjadi alasan mengapa Gen Z lebih memilih mengandalkan orangtua. Pengalaman orang tua yang pernah melewati proses serupa, pengetahuan tentang standar upah di industri, serta dukungan emosional dianggap dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam mengajukan angka gaji yang layak.

Negosiasi gaji adalah tahap paling menentukan sekaligus paling menegangkan dalam memulai karier,” kata para pencari kerja yang ikut serta dalam survei, menegaskan betapa pentingnya persiapan yang matang.

Baca juga:

Data tersebut sejalan dengan temuan sebelumnya bahwa banyak pencari kerja cenderung menerima tawaran pertama tanpa melakukan perundingan lebih lanjut. Dengan 29 persen Gen Z yang secara aktif melibatkan orang tua, ada indikasi bahwa generasi ini menyadari nilai penting dari strategi negosiasi yang tepat.

Para ahli SDM menilai fenomena ini sebagai peluang bagi institusi pendidikan dan perusahaan untuk menyediakan pelatihan negosiasi gaji khusus bagi lulusan baru. Jika tidak ditangani, rasa ketergantungan pada orang tua dapat berpotensi mengurangi kemampuan mandiri generasi muda dalam menegosiasikan kompensasi yang sesuai dengan kualifikasi mereka.

Baca juga:

Ke depan, diperkirakan akan muncul lebih banyak program mentorship yang menghubungkan profesional senior dengan Gen Z, guna mengurangi kecemasan dan meningkatkan keterampilan negosiasi. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepuasan kerja, tetapi juga menyeimbangkan ekspektasi gaji antara pencari kerja dan pemberi kerja.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *