Media Pendidikan – 27 Juni 2026 | Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor 20 ton gula kelapa dari Banyumas ke Chicago, Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 25 Juni. Nilai ekspor itu tercatat sebesar USD 46.000 atau sekitar Rp 826,06 juta dengan kurs Rp 17.957 per dolar AS.
Gula kelapa tersebut merupakan hasil produksi PT Integral Mulia Cipta (IMC) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Budi memastikan gula kelapa yang diekspor ke AS telah dilengkapi dengan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B sebagai dokumen keterangan asal barang.
Budi menuturkan pelaku usaha bisa memanfaatkan fasilitasi perdagangan seperti penjajakan bisnis (business matching) dan menggunakan SKA dalam aktivitas ekspor. “Pelaku usaha silakan memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan usaha,” kata Budi.
PT IMC telah memanfaatkan empat jenis formulir SKA, termasuk Form B untuk mendapatkan tarif bea masuk most-favored nation ke berbagai negara. Direktur PT IMC, Mario Ngensowidjaja, membeberkan sebanyak 98 persen gula kelapa Indonesia dijual ke luar negeri, utamanya Amerika dan Eropa.
Ekspor produk gula Indonesia (HS 170290) mencatat tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 9,61 persen sepanjang 2021–2025. Pada Januari–April 2026, nilai ekspornya mencapai USD 42,67 juta atau naik 45,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Komentar