Media Pendidikan – 20 Juni 2026 | RRI.CO.ID, Sleman – Wakil Menteri ESDM Yuliot meninjau implementasi jaringan gas (Jargas) bumi berbasis CNG di Kabupaten Sleman, Jumat, 19 Juni 2026. Peninjauan tersebut menjadi bagian komitmen pemerintah memperluas pemanfaatan energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Yuliot menilai pengembangan jargas berbasis CNG di Sleman menunjukkan pemerataan akses energi dapat dipercepat. Menurutnya, wilayah yang belum terhubung jaringan pipa tetap dapat memperoleh pasokan gas bumi.
“160.000 satuan rumah tangga ini ada di Pulau Jawa, ada di Sumatera, ada di Kalimantan. Dan juga tergantung dari kedekatan sumber gas untuk daerah yang bersangkutan, CNG, ya CNG semuanya,” ujar Yuliot.
Di Kabupaten Sleman, layanan jargas berbasis CNG telah melayani 4.545 sambungan rumah tangga. Selain itu, layanan tersebut juga mencakup enam pelanggan kecil dan empat pelanggan komersial.
Infrastruktur pendukung jargas di Sleman mencakup jaringan distribusi gas sepanjang lebih dari 141 kilometer. Penyaluran gas bumi kepada pelanggan rata-rata mencapai sekitar 84 ribu meter kubik setiap bulan.
Pemanfaatan gas bumi di Sleman tidak hanya ditujukan bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat. Pemerintah berencana memperluas layanan untuk mendukung UMKM, restoran, hotel, hingga fasilitas kesehatan.
Tahun depan, dari pembiayaan APBN, justru kita akan tingkatkan totalnya menjadi 1 juta satuan sambungan rumah. Jadi ini juga lagi kita persiapkan untuk anggaran tahun 2027, untuk tahun 2028, itu sudah bisa untuk 1 juta satuan sambungan rumah terlaksana,” kata Yuliot.


Komentar