Internasional
Beranda » Berita » Wall Street Melemah, Investor Was-was Belum Ada Kepastian Damai AS dengan Iran

Wall Street Melemah, Investor Was-was Belum Ada Kepastian Damai AS dengan Iran

Wall Street Melemah, Investor Was-was Belum Ada Kepastian Damai AS dengan Iran
Wall Street Melemah, Investor Was-was Belum Ada Kepastian Damai AS dengan Iran

Media Pendidikan – 20 Mei 2026 | Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada Selasa (19/5). Nasdaq memimpin penurunan, setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun, di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi. Kekhawatiran itu muncul saat harga minyak tetap tinggi dan investor cemas karena belum adanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca juga:

S&P 500 dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi mencatat penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, seiring investor melakukan aksi ambil untung setelah reli tajam yang dimulai sejak akhir Maret. Investor juga mulai mempertimbangkan kemungkinan langkah berikutnya dari Federal Reserve berupa kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 322,24 poin atau 0,65 persen ke 49.363,88. S&P 500 melemah 49,44 poin atau 0,67 persen ke 7.353,61 dan Nasdaq Composite turun 220,02 poin atau 0,84 persen ke 25.870,71.

Baca juga:

Michael James, Managing Director dan Equity Sales Trader di Rosenblatt Securities, mengatakan bahwa tidak ada hal konstruktif yang membuatnya yakin akan ada gencatan senjata yang benar-benar substansial. Selama belum ada perkembangan di front tersebut, harga minyak akan tetap tinggi, imbal hasil obligasi tetap tinggi, dan tingkat kecemasan pasar akan terus meningkat.

Pelaku pasar mulai memperhitungkan peluang lebih besar untuk kenaikan suku bunga oleh The Fed. Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember kini mencapai 41,7 persen, sementara peluang kenaikan 50 basis poin mencapai 15,7 persen, naik dari 4,7 persen sepekan lalu.

Baca juga:

Pada Rabu, investor akan mencermati risalah rapat kebijakan terakhir The Fed untuk mencari petunjuk sejauh mana dukungan para pejabat bank sentral terhadap perubahan arah kebijakan menuju posisi netral dari sebelumnya cenderung longgar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *