Internasional
Beranda » Berita » Dubes RI Buka Indonesia Updates, Umumkan Rencana KJRI Chengdu, Perluas Kerja Sama dengan Provinsi Sichuan

Dubes RI Buka Indonesia Updates, Umumkan Rencana KJRI Chengdu, Perluas Kerja Sama dengan Provinsi Sichuan

Dubes RI Buka Indonesia Updates, Umumkan Rencana KJRI Chengdu, Perluas Kerja Sama dengan Provinsi Sichuan
Dubes RI Buka Indonesia Updates, Umumkan Rencana KJRI Chengdu, Perluas Kerja Sama dengan Provinsi Sichuan

Media Pendidikan – 19 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, memimpin acara Indonesia Updates di Chengdu, Sichuan, sekaligus menggelar pertemuan strategis dengan Party Secretary Provinsi Sichuan, Wang Xiaohui. Acara tersebut menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral serta persiapan pembukaan Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Chengdu.

Indonesia Updates, yang dihadiri ratusan delegasi dari media, dunia usaha, akademisi, dan perwakilan pemerintah, mengangkat tema “Partnership for Resilience”. Dalam sambutan pembukaan, Dubes menegaskan komitmen Jakarta untuk menjadikan Chengdu sebagai pintu gerbang kerja sama di wilayah Barat Daya China, sekaligus menyoroti pencapaian perdagangan antara Indonesia dan Provinsi Sichuan yang melampaui USD 2,1 miliar pada tahun sebelumnya.

Baca juga:

“Pada bulan Maret 2026 lalu, Presiden RI telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang menjadi dasar pembukaan KJRI Chengdu,” ujar Djauhari Oratmangun. Ia menambahkan bahwa regulasi tersebut mencerminkan prioritas strategis Indonesia untuk memperluas jaringan diplomatik di luar kota-kota besar China.

Data Kementerian Perdagangan mencatat total perdagangan bilateral Indonesia‑China pada 2025 mencapai lebih dari USD 167 miliar, dengan investasi senilai USD 7,5 miliar. Di tingkat provinsi, Sichuan mencatat pertumbuhan PDB sekitar USD 1 triliun dan kontribusi sektor elektronik, energi terbarukan, serta kecerdasan buatan yang signifikan. Potensi ini membuka peluang bagi Indonesia di bidang industri hilirisasi, panel surya, baterai penyimpanan energi, serta farmasi.

Selain ekonomi, agenda Indonesia Updates menyoroti kolaborasi di bidang pendidikan dan imigrasi. Atase Pendidikan KBRI Beijing, Lestari Puspitaningsih, menekankan pentingnya beasiswa Darmasiswa dan pertukaran mahasiswa, sementara Atase Imigrasi, Herawan Sukoaji, menjelaskan skema golden visa yang memberi investor asing hak tinggal hingga sepuluh tahun di Indonesia.

Baca juga:

Pertemuan antara Dubes Djauhari dan Wang Xiaohui menghasilkan kesepakatan untuk mengembangkan sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan energi terbarukan, riset baterai, dan produksi obat-obatan. Wang menekankan kesiapan Sichuan untuk meningkatkan sinergi dengan Indonesia, mengingat provinsi tersebut memiliki kapasitas produksi baterai yang menyumbang sekitar 10% produksi dunia.

Kerja sama budaya juga menjadi sorotan. Dubes mengingatkan kelahiran bayi panda “Ksatrio” (atau Rio) di Taman Safari Bogor pada 2025 sebagai simbol persahabatan yang kuat antara kedua negara, mengingat Sichuan adalah pusat konservasi panda. Selain itu, penerbangan langsung antara Chengdu‑Jakarta dan Chengdu‑Bali diharapkan mendongkrak sektor pariwisata kedua belah pihak.

KBRI Beijing juga mempromosikan produk kuliner Indonesia, seperti durian beku, keripik, kopi, dan minuman tradisional, yang telah masuk pasar China sejak awal 2026. Penampilan tarian Nusantara oleh mahasiswa Indonesia di Chengdu menambah warna dalam rangkaian acara.

Baca juga:

Dengan rencana pembukaan KJRI Chengdu yang akan melayani wilayah Sichuan, Chongqing, Yunnan, Shaanxi, dan Gansu, Indonesia menegaskan posisi sebagai pemain utama dalam jaringan diplomatik ASEAN‑China, sekaligus menyiapkan landasan bagi kerja sama jangka panjang yang lebih mendalam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *