Media Pendidikan – 20 Mei 2026 | Penembakan maut terjadi di Islamic Center of San Diego, Amerika Serikat, pada Senin (18/5). Dua remaja pria bersenjata melepaskan tembakan yang menewaskan tiga orang di luar masjid, termasuk seorang petugas keamanan, sebelum keduanya ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri.
Penembakan ini terjadi di Pusat Islam di San Diego, California, AS, pada pukul 12.00 siang waktu setempat. Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl memastikan seluruh anak yang mengikuti sekolah siang di kompleks masjid terbesar di San Diego County itu selamat dan berhasil didata setelah penembakan.
Suasana usai penembakan di Islamic Center of San Diego di California, Amerika Serikat pada Senin (18/5). Foto: Reuters
Odai Shanah, seorang bocah keturunan Gaza berusia sembilan tahun, menjadi saksi penembakan di Islamic Center of San Diego. Ia mengaku bersama teman-temannya terpaksa bersembunyi di ruang kelas setelah mendengar rentetan tembakan dari luar bangunan kompleks masjid dan sekolah Islam tersebut.
Shanah mengatakan dirinya dibawa masuk ke dalam lemari untuk berlindung bersama sejumlah anak lain setelah suara tembakan terdengar. Dari dalam lemari di ruang kelas itu, ia mendengar belasan suara tembakan sebelum akhirnya anggota tim SWAT kepolisian datang melakukan evakuasi.
Saya melihat banyak hal buruk, orang-orang tergeletak dan hal-hal buruk lainnya. Kaki saya gemetar dan tangan serta kepala saya sangat sakit. Saya merasa seperti batu, kata Shanah.
Penembakan ini menewaskan tiga orang, sementara dua pelaku ditemukan tewas sesaat setelah penembakan.


Komentar