Media Pendidikan – 02 April 2026 | Surabaya – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang pria berjaket cokelat menyerang seorang karyawan barbershop di depan lokasi usaha yang berada di Jalan Raya Sepat, Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya Barat. Insiden terjadi pada Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, ketika korban keluar dari barbershop untuk menonton keributan yang muncul di sekitar lokasi.
Menurut rekaman CCTV milik barbershop, pelaku sempat terlibat cekcok dengan seorang pengendara sepeda motor. Ketika pengendara tersebut mengamuk dan memarkir kendaraan serta melarikan diri, korban yang berada di dalam barbershop menoleh ke luar dan memperhatikan kejadian tersebut. Pelaku yang menyaksikan korban menonton aksi tersebut kemudian menghampiri, memerintahkan korban untuk diam, dan tidak mengizinkannya ikut campur.
Setelah perintah itu diabaikan, pelaku mulai melakukan tindakan kekerasan. Dalam rekaman tampak ia mencekik, mendorong, dan memukuli korban secara berulang‑ulang. Korban terpaksa menepi dan duduk di depan barbershop, namun pelaku tetap tidak puas dan terus melancarkan serangan hingga korban tampak kehilangan keseimbangan.
Setelah aksi penganiayaan selesai, pelaku melarikan diri ketika warga sekitar berusaha mengejar. Kapolsek Lakarsantri, Kombes Polisi Imam Solikin, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa laporan korban telah diterima dan penyelidikan sedang berlangsung. “Laporan korban sudah kita terima, pelaku dalam penyelidikan,” kata Imam kepada media pada Rabu, 1 April 2026.
Korban, yang merupakan salah satu karyawan tetap di barbershop tersebut, melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian setempat. Identitas korban tidak diungkapkan demi menjaga privasi, namun ia menyatakan bahwa serangan tersebut meninggalkan luka fisik dan trauma psikologis. Hingga saat ini, pelaku masih belum diketahui identitasnya secara pasti, selain ciri‑ciri berjaket cokelat.
Video yang menampilkan aksi kekerasan tersebut menjadi viral di berbagai platform media sosial dengan tagar #BangJagoSurabaya. Banyak netizen yang mengkritik tindakan agresif pelaku dan menuntut penegakan hukum yang tegas. Beberapa komentar menyoroti pentingnya keamanan publik di area komersial, terutama ketika terjadi konfrontasi antara pengendara dan pejalan kaki.
Polisi setempat menegaskan komitmen untuk menindak tegas pelaku kekerasan. “Kami sedang melacak jejak CCTV dari sekitar lokasi, serta melakukan pendataan saksi yang melihat kejadian,” ungkap Kapolsek Imam. Ia menambahkan bahwa pelaku dapat dikenai pasal mengenai penganiayaan dan tindakan mengancam ketertiban umum.
Kasus ini menambah deretan insiden kekerasan yang terjadi di wilayah Surabaya dalam beberapa minggu terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan pekerja lapangan. Pemerintah kota Surabaya sebelumnya telah mengeluarkan himbauan agar warga tetap tenang dan melaporkan setiap tindakan kriminal kepada pihak berwajib.
Sejumlah saksi mata yang berada di sekitar barbershop mengonfirmasi bahwa mereka mendengar teriakan dan melihat korban terjatuh setelah dipukul. Salah satu saksi, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan, “Saya melihat orang itu berjaket cokelat menghampiri korban, lalu mulai meninju dan mendorongnya. Kami berusaha menghalau, tapi dia melarikan diri ketika kami mengejar.”
Dalam upaya mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian Surabaya mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam konflik yang berpotensi bereskalasi, serta segera melaporkan aksi kekerasan kepada layanan darurat 110. Selain itu, pihak barbershop berencana memasang lebih banyak kamera pengawas dan meningkatkan keamanan di area toko.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian diharapkan dapat mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV tambahan dan keterangan saksi. Sementara itu, korban terus mendapatkan perawatan medis dan dukungan psikologis.
Dengan terus berkembangnya penyebaran video di media sosial, tekanan publik agar kasus ini segera diselesaikan semakin besar. Masyarakat menanti hasil penyelidikan dan penegakan hukum yang adil, guna memberikan rasa aman kembali bagi pebisnis kecil dan pekerja lapangan di Surabaya.


Komentar