Ekonomi
Beranda » Berita » Truk Impor Masih Jadi Momok Karoseri Lokal, Omzet Anjlok

Truk Impor Masih Jadi Momok Karoseri Lokal, Omzet Anjlok

Truk Impor Masih Jadi Momok Karoseri Lokal, Omzet Anjlok
Truk Impor Masih Jadi Momok Karoseri Lokal, Omzet Anjlok

Media Pendidikan – 05 Juni 2026 | Industri karoseri di Indonesia sedang menghadapi tantangan besar akibat impor truk dari China. Perusahaan karoseri PT Metalindo Teknik Utama (MTU) di Karawang, Jawa Barat, mengalami penurunan omzet akibat permintaan truk impor yang tinggi. Menurut Direktur MTU, Syarifuddin Tangka, permintaan truk impor telah membuat kebutuhan karoseri lokal menurun drastis. ‘Kami menerima pembuatan berbagai macam bentuk bodi untuk kebutuhan angkutan barang truk, tapi sekarang kita sedang sepi permintaan,’ kata Syarifuddin.

Kondisi ini telah berlangsung sejak awal 2026 dan diperburuk oleh polemik impor truk di area tambang beberapa tahun terakhir. Syarifuddin berharap pemerintah mengambil langkah konkret untuk melindungi industri karoseri lokal. ‘Kita sudah bersuara kepada pemerintah dan kementerian-kementerian, tapi belum terlihat adanya respons nyata,’ kata Syarifuddin.

Baca juga:

Badan Pusat Statistik Ekspor Impor Tahun 2024 mencatat bahwa aktivitas impor truk dari China ke sejumlah tambang di Indonesia telah mencapai angka ribuan unit. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian berkomitmen mengkaji regulasi agar lebih ketat untuk melindungi produsen yang telah memiliki dan membangun ekosistem industri di Indonesia.

Baca juga:

Kementerian Perindustrian juga mengusulkan menerbitkan dokumen TPT (Tanda Pendaftaran Tipe) dan varian kendaraan bermotor impor untuk membatasi truk impor. Selain itu, Kemenperin juga mengusulkan pengenaan tarif pajak untuk truk impor. ‘Kita akan mengusulkan ke Kementerian Perdagangan, (merumuskan) Permendag terkait tata perdagangan impor,’ kata Staf Direktorat IMATAP, Ditjen ILMATE Kemenperin, Andi Komara.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *