Daerah
Beranda » Berita » TPA Pakusari Jember Kritis: Gunungan Sampah Mencapai 35 Meter, Akses Organik Ditutup Mulai 1 Juni 2026

TPA Pakusari Jember Kritis: Gunungan Sampah Mencapai 35 Meter, Akses Organik Ditutup Mulai 1 Juni 2026

TPA Pakusari Jember Kritis: Gunungan Sampah Mencapai 35 Meter, Akses Organik Ditutup Mulai 1 Juni 2026
TPA Pakusari Jember Kritis: Gunungan Sampah Mencapai 35 Meter, Akses Organik Ditutup Mulai 1 Juni 2026

Media Pendidikan – 24 April 2026 | Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, Jember, kini mencapai ketinggian 35 meter, menandakan kondisi kritis yang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menutup akses sampah organik mulai 1 Juni 2026. Keputusan tersebut sekaligus mengharuskan warga setempat mengelola sampah secara mandiri.

“Jika tidak ada tindakan cepat, gunungan sampah ini bisa menimbulkan bencana lingkungan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember dalam sebuah pertemuan dengan media pada 20 April 2026. Ia menambahkan bahwa penutupan akses organik merupakan langkah darurat untuk menghentikan penumpukan lebih lanjut dan memberi waktu bagi otoritas daerah menyusun rencana pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Baca juga:

Pemkab Jember mengumumkan bahwa mulai 1 Juni 2026, semua truk pengangkut sampah organik tidak lagi diperbolehkan memasuki area TPA Pakusari. Warga diharapkan memisahkan sampah organik di tingkat rumah dan memanfaatkan kompos atau tempat pengolahan sampah organik sementara yang akan disediakan oleh pemerintah desa. Kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan tekanan pada TPA serta mengurangi risiko kebocoran limbah berbahaya ke tanah dan air sekitar.

Data pendukung menunjukkan bahwa area TPA Pakusari seluas 45 hektar telah dipenuhi oleh tumpukan sampah padat, sementara lahan hijau di sekitarnya mengalami degradasi. Selain itu, laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat peningkatan bau tak sedap dan munculnya sarang lalat di sekitar lokasi, menambah kekhawatiran tentang potensi penyebaran penyakit.

Baca juga:

Warga Jember menyambut kebijakan penutupan dengan beragam reaksi. Sebagian mengaku khawatir tentang keterbatasan fasilitas pengolahan sampah mandiri, sementara yang lain melihat peluang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. “Kami siap mengelola sampah sendiri, tapi kami butuh bantuan teknis dan sarana yang memadai,” kata salah satu warga di Desa Pakusari.

Dalam upaya mitigasi, Pemkab Jember berencana membangun pusat pengomposan skala kecil di setiap kecamatan, serta mengadakan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan volume sampah organik yang masuk ke TPA dan mengembalikan keseimbangan ekologi wilayah.

Baca juga:

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga diminta untuk meninjau kembali kebijakan penempatan TPA di daerah rawan, serta mempercepat program daur ulang di tingkat provinsi. Sementara itu, pemantauan tinggi gunungan sampah di TPA Pakusari akan terus dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas kebijakan baru.

Dengan penutupan akses organik dan dorongan pengelolaan mandiri, diharapkan Jember dapat mengendalikan krisis sampah ini sebelum menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *