Media Pendidikan – 21 Juni 2026 | Pasar mobil hybrid di Indonesia tercatat mengalami penurunan pada Mei 2026, dengan distribusi mobil hybrid sepanjang Mei 2026 mencapai 7.815 unit, lebih rendah 7,12 persen dibandingkan April yang membukukan 8.414 unit.
Meski demikian, tren pertumbuhan secara keseluruhan masih menunjukkan arah yang positif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total penjualan mobil hybrid menembus 34.151 unit, meningkat tajam 49,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 22.819 unit.
Toyota Veloz Hybrid menjadi kontributor terbesar di segmen ini, dengan wholesales sebanyak 2.378 unit sepanjang Mei 2026. "Kenaikan penjualan mobil hybrid menunjukkan minat konsumen yang meningkat terhadap kendaraan elektrifikasi jenis hybrid," kata seorang analis.
Di posisi berikutnya, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid mengumpulkan 2.312 unit, disusul oleh Suzuki XL7 Hybrid dengan distribusi 618 unit. Suzuki Fronx Hybrid mencatatkan penjualan sebanyak 458 unit, menjadi penopang utama Suzuki dalam segmen kendaraan elektrifikasi.
Pabrikan asal Tiongkok juga mulai memperlihatkan eksistensinya di pasar hybrid Tanah Air, dengan Chery Tiggo Cross CSH menembus posisi kedelapan dalam daftar penjualan. Wuling Almaz Hybrid turut masuk dalam jajaran 10 besar dengan menempati posisi kesepuluh.
Dengan dinamika tersebut, pasar mobil hybrid di Indonesia diprediksi masih akan terus berkembang, terutama sebagai solusi transisi menuju kendaraan listrik murni yang lebih luas di masa mendatang.


Komentar