Nasional
Beranda » Berita » Timwas Haji Temui Jemaah Aceh di Makkah, Soroti Transportasi-Pembimbing Ibadah

Timwas Haji Temui Jemaah Aceh di Makkah, Soroti Transportasi-Pembimbing Ibadah

Timwas Haji Temui Jemaah Aceh di Makkah, Soroti Transportasi-Pembimbing Ibadah
Timwas Haji Temui Jemaah Aceh di Makkah, Soroti Transportasi-Pembimbing Ibadah

Media Pendidikan – 23 Mei 2026 | Anggota Timwas Haji DPR 2026 Nasir Djamil menemui jemaah haji asal Aceh di Sektor 6, Makkah, Jumat (22/5/2026). Nasir merupakan anggota Timwas Haji DPR dari unsur Komisi III sekaligus wakil rakyat dari daerah pemilihan Aceh. Dalam kunjungan itu, Nasir meninjau sejumlah aspek pelayanan jemaah, mulai dari konsumsi, kondisi penginapan, hingga penyaluran dana wakaf sebesar 2.000 riyal Saudi atau SAR dari Baitul Asyi. Tahun ini, sebanyak 5.426 jemaah asal Aceh menerima dana wakaf tersebut.

Nasir menilai secara umum fasilitas yang diterima jemaah asal Aceh sudah cukup baik. Namun, ia menyoroti persoalan transportasi yang dinilai belum memadai.

Baca juga:

"Cuma memang tidak diikuti dengan apa istilahnya itu, transportasi yang memadai. Jadi seluruh calhaj (calon jemaah haji) dari Aceh itu kan sebagian besar ditempatkan di Sektor 6," kata Nasir.

"Fasilitasnya bagus, air bagus, kateringnya juga bagus, tapi memang soal transportasi yang memang tidak begitu menguntungkan bagi calon jemaah haji, sehingga mereka agak jauh ke rumah (hotel) atau ke tempat ibadah," tambah dia.

Anggota Timwas Haji DPR 2026 Nasir Djamil menemui jemaah haji asal Aceh di Sektor 6, Makkah, Jumat (22/5/2026). Nasir merupakan anggota Timwas Haji DPR dari unsur Komisi III sekaligus wakil rakyat dari daerah pemilihan Aceh. Foto: Dok. Timwas Haji DPR 2026

Baca juga:

Salah satu jemaah yang ditanya, mengatakan bahwa transportasi yang tersedia tidak memadai.

"Kalau transportasi tidak memadai, itu bisa membuat jemaah kita jauh ke tempat ibadah," kata salah satu jemaah.

Nasir juga menerima masukan terkait minimnya jumlah pembimbing ibadah. Menurut dia, kondisi itu membuat sebagian jemaah kesulitan saat menjalankan rangkaian ibadah umrah di Makkah.

Baca juga:

"Tapi diharapkan Kementerian Haji bisa mengevaluasi soal transportasi tadi itu. Yang kedua, ini soal pembimbing ibadah ya. Pembimbing ibadah ini memang masih minim sekali, sehingga ketika jemaah itu tiba di Makkah dan melaksanakan ibadah umrah, mereka itu tidak fokus dan terpencar-pencar. Sebab minimnya pembimbing ibadah membuat mereka tidak khusyuk ya dalam melaksanakan tawaf, sai ya," kata Nasir.

Sebanyak 5.426 jemaah asal Aceh menerima dana wakaf sebesar 2.000 riyal Saudi atau SAR dari Baitul Asyi, tahun ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *