Media Pendidikan – 16 Mei 2026 | Media internasional The Economist baru-baru ini menyoroti kebijakan Prabowo Subianto, kandidat presiden Indonesia, yang dinilai membebani anggaran. Program MBG (Masyarakat Bangga) dan 80 ribu koperasi desa yang ditetapkan oleh pemerintah dinilai membutuhkan biaya yang besar.
Peneliti dari ISEAS (Institut Strategik Internasional) juga menyatakan bahwa kritik terhadap kebijakan Prabowo tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, termasuk dari China.
China adalah salah satu negara yang paling besar di dunia dan memiliki kekuasaan ekonomi yang sangat besar. Jika China mengkritik kebijakan Prabowo, maka itu adalah peringatan yang sangat keras bahwa kebijakan tersebut tidak tepat.
Prabowo masih memiliki waktu untuk memperbaiki kebijakan tersebut dan meningkatkan kepercayaan investor. Namun, jika tidak, maka itu dapat berdampak pada ekonomi Indonesia secara keseluruhan.


Komentar