Media Pendidikan – 17 Juni 2026 | Jakarta – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menyatakan penurunan tajam harga minyak dunia hingga di bawah 80 dolar AS per barel dapat memperkuat dan melonggarkan ruang fiskal Indonesia tahun ini.
Berdasarkan data dari BPPT, harga minyak dunia menurun sekitar 20% dalam kurun waktu lima minggu terakhir. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya energi bagi negara.
‘Harga minyak yang rendah dapat mengurangi beban biaya energi bagi pemerintah, sehingga dapat meningkatkan kemampuan negara untuk menanggulangi inflasi,’ kata Direktur Eksekutif BPPT, yang tidak disebutkan namanya.
Mengutip data dari BPPT, harga minyak dunia telah menurun sejak Februari 2023. Pada saat itu, harga minyak dunia mencapai level tertinggi sejak 2020.
‘Kondisi harga minyak yang stabil dapat meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia,’ kata Direktur Eksekutif BPPT.
Pada tahun 2022, inflasi Indonesia mencapai level tertinggi sejak 1998. Namun, inflasi telah menurun secara stabil sejak Februari 2023.
‘Kondisi inflasi yang stabil dapat meningkatkan kemampuan negara untuk menanggulangi inflasi,’ kata Direktur Eksekutif BPPT.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menyatakan penurunan tajam harga minyak dunia dapat meningkatkan kemampuan negara untuk menanggulangi inflasi.
Penurunan harga minyak dunia dapat meningkatkan pendapatan negara dari pajak dan meningkatkan kemampuan negara untuk menanggulangi inflasi.


Komentar