Media Pendidikan – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan Perusahaan Gas Negara (PGN) menandatangani kesepakatan kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital hijau secara terintegrasi bersama mitra global. Inisiatif ini menjadi langkah konkret kedua belah pihak dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan bagi operasional data center yang berkelanjutan.
Kerja sama ini mencakup integrasi solusi energi bersih dari PGN ke dalam jaringan data center milik Telkom, yang menargetkan pengurangan jejak karbon secara signifikan. Kedua perusahaan juga akan mengembangkan platform digital yang memungkinkan pemantauan real‑time konsumsi energi, optimasi beban kerja, serta sinkronisasi dengan sumber energi terbarukan seperti bio‑gas dan listrik hijau.
“Kolaborasi ini memperkuat ekosistem green digital infrastructure,” kata seorang juru bicara Telkom dalam acara peluncuran di kantor pusat perusahaan. “Dengan dukungan PGN, kami dapat menjamin pasokan energi bersih yang stabil untuk data center, sekaligus membuka peluang bagi mitra global untuk berpartisipasi dalam transisi digital yang berwawasan lingkungan.”
PGN, sebagai pemilik dan operator jaringan distribusi gas, akan menyediakan pasokan bio‑gas yang diolah menjadi listrik hijau, serta mengimplementasikan sistem penyimpanan energi (energy storage) untuk menjamin kestabilan suplai pada saat beban puncak. Integrasi ini diharapkan dapat menurunkan ketergantungan pada listrik berbasis fosil dan meningkatkan efisiensi operasional data center Telkom yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia untuk mencapai net‑zero emissions pada tahun 2060. Telkom, sebagai penyedia layanan digital terbesar di tanah air, berkomitmen mengoperasikan semua data center utama dengan energi terbarukan paling lambat 2030. Sementara PGN menargetkan peningkatan kontribusi energi bersih dalam portofolio energi nasional hingga 20% pada akhir dekade ini.
Kolaborasi ini juga membuka pintu bagi perusahaan teknologi asing yang memiliki keahlian dalam solusi data center hijau, seperti penyedia perangkat pendingin berbasis cairan atau sistem pendingin evaporatif. Dengan melibatkan mitra global, Telkom dan PGN berharap dapat mengadopsi praktik terbaik internasional serta mempercepat transfer teknologi ke dalam ekosistem lokal.
Pengembangan infrastruktur digital hijau ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada biaya operasional. Penggunaan energi bersih yang lebih stabil dan berbiaya kompetitif dapat menurunkan total biaya kepemilikan (total cost of ownership) data center, sehingga memungkinkan Telkom menawarkan layanan cloud dan hosting dengan tarif yang lebih bersaing.
Ke depan, kedua perusahaan berencana menguji coba pilot project di salah satu data center utama Telkom di Jakarta pada kuartal kedua 2026. Hasil evaluasi akan menjadi acuan untuk ekspansi ke data center lainnya serta replikasi model kerja sama ini di wilayah lain di Indonesia.
Dengan sinergi antara telekomunikasi dan energi bersih, kolaborasi Telkom‑PGN menandai era baru bagi transformasi digital berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta inovasi teknologi hijau global.


Komentar