Pendidikan
Beranda » Berita » Sindikat Joki UTBK di Surabaya Loloskan 114 Mahasiswa Sejak 2017

Sindikat Joki UTBK di Surabaya Loloskan 114 Mahasiswa Sejak 2017

Sindikat Joki UTBK di Surabaya Loloskan 114 Mahasiswa Sejak 2017
Sindikat Joki UTBK di Surabaya Loloskan 114 Mahasiswa Sejak 2017

Media Pendidikan – 08 Mei 2026 | Polrestabes Surabaya mengungkap jaringan sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Surabaya. Sebanyak 14 orang yang jadi tersangka dalam kasus ini. Kapolresta Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan sindikat joki UTBK ini telah beroperasi selama sembilan tahun sejak tahun 2017 hingga 2026.

Jaringan ini diotaki oleh pria berinisial IKP (41 tahun), seorang karyawan swasta. Dia selama ini telah mendapat klien kurang lebih 150 orang, di mana 114 di antaranya berhasil lolos masuk perguruan tinggi. "Untuk pelaku utama sendiri yang memberikan pekerjaan ke joki atas nama atau inisial K (inisial IKP), ini juga sudah kita lakukan pengembangan dan pendalaman dan diketahui bahwa ternyata jaringan yang sudah kita berhasil lakukan penindakan, ini yang saat ini, atas nama jaringan di bawah koordinasi tersangka atas nama B," ujar Luthfie di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (7/5).

Baca juga:

Dalami 114 Pengguna Joki yang Lulus. Selanjutnya, polisi akan mendalami hingga ke 114 pengguna joki yang lulus ke perguruan tinggi. "Jadi artinya kita akan terus kembangkan ini baik ke atasnya jaringan-jaringan lain sampai dengan kepada pemberi order atau calon mahasiswa waktu itu dan sebagian sudah lulus yaitu sebanyak 114 orang ini kita akan dalami," tambahnya.

Polrestabes Surabaya menggelar konferensi pers terkait sindikat joki UTBK di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (7/5/2026). Dari hasil pengungkapan, kata Luthfie, pihaknya membagi beberapa cluster yakni cluster pelaksana atau penerima order sebanyak lima orang. Tiga di antaranya merupakan seorang dokter.

Baca juga:

Polisi mengungkap ada jaringan sindikat joki UTBK lain di bawah koordinasi IKP yang masih satu rangkaian jaringan. "Saat ini untuk jaringan K (IKP) ini, untuk K-nya sendiri sudah kita amankan dan masih kita lakukan pemeriksaan saat ini sedang berjalan nanti hasilnya akan kita rilis lebih lanjut," kata dia.

Awal mula sindikat joki ini terbongkar bermula saat penyelenggaraan UTBK SNBT di Gedung Rektorat lantai 4 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada tanggal 21 April 2026. Seorang pengawas dari Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3) mencurigai salah satu peserta berinisial HER.

Baca juga:

Dari situ, tersangka NRS mengakui dan meminta kepada pengawas untuk menyampaikan beberapa hal di ruangan tersendiri. Lalu, NRS bercerita banyak terkait modus hingga ia bisa duduk melaksanakan ujian UTBK tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *