Media Pendidikan – 29 April 2026 | Setjen DPR RI menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 28 April 2026, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, untuk menilai kesiapan Tim Pengawas Haji 2026. Rapat ini melibatkan Deputi Bidang Administrasi Rahmad Budiaji, Deputi Bidang Persidangan Suprihartini, serta perwakilan Komisi VIII, protokol, media, dan tenaga kesehatan.
Pentingnya kesiapan dianggap setara dengan situasi krisis. Rahmad menekankan, “Jangan menganggap ini sebagai kegiatan biasa. Haji adalah kegiatan luar biasa yang harus ditangani dengan keseriusan tinggi, seolah‑olah dalam situasi krisis, sehingga semua persoalan dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat.”
Contoh konkret dukungan tim terlihat pada aksi bantuan kepada calon haji kloter pertama yang menggunakan kursi roda di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, pada 26 April 2026. Tim pendukung membantu para jamaah naik ke pesawat, menunjukkan kesiapan logistik di tingkat operasional.
Deputi Bidang Persidangan Suprihartini menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersamaan selama pelaksanaan tugas. Ia mengingatkan, “Kami berharap seluruh tim dapat menjalankan tugas dengan sebaik‑baiknya. Jaga kesehatan, jangan sampai justru tim pendukung yang sakit. Selain itu, kekompakan dan komunikasi yang baik menjadi kunci utama.”
Suprihartini juga mengingatkan agar semua elemen mengesampingkan ego sektoral. “Jangan melihat tugas secara sektoral. Protokol bukan hanya tugas tim protokol, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kita semua adalah satu tim yang harus saling mendukung,” ujarnya.
Dengan optimisme tinggi, Setjen DPR percaya bahwa kombinasi sumber daya manusia yang terlatih, sarana yang memadai, serta koordinasi lintas sektor akan memastikan pengawasan haji 2026 berjalan lancar dan terkontrol.


Komentar