Media Pendidikan – 03 Juli 2026 | Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo menyatakan bahwa informasi tepercaya tidak hanya bergantung pada banyaknya data yang dikumpulkan, tetapi juga pada metodologi yang digunakan. Sensus Ekonomi 2026 menggunakan metodologi statistik resmi dengan proses bisnis yang mengikuti standar internasional agar informasi yang dihasilkan akurat, utuh, dan dapat dipercaya.
Pendekatan lengkap dalam sensus memastikan setiap kegiatan usaha memiliki kesempatan yang sama untuk tercatat, mulai dari usaha mikro, usaha rumah tangga, usaha informal, usaha berskala besar, hingga usaha yang tidak memiliki tempat usaha fisik. Dengan cara tersebut, Sensus Ekonomi dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai struktur dan karakteristik perekonomian Indonesia.
BPS juga memanfaatkan data administrasi sebagai salah satu sumber informasi, namun data tersebut memiliki keterbatasan karena tidak seluruh kegiatan usaha tercatat di dalamnya. Oleh karena itu, pendataan lapangan tetap diperlukan agar usaha-usaha yang sebelumnya belum terlihat dapat masuk ke dalam statistik resmi.
Metodologi yang andal juga diterapkan pada seluruh tahapan penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026, mulai dari perencanaan, penyusunan konsep dan pertanyaan, pelatihan petugas, pendataan, pengolahan data, hingga penyajian hasil. Setiap tahapan dirancang agar data yang dikumpulkan memenuhi standar statistik resmi.
Informasi yang dikumpulkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat dalam memahami kondisi dan perkembangan perekonomian Indonesia. Dengan metodologi yang terstandar dan proses yang terjaga kualitasnya, upaya yang dilakukan dalam Sensus Ekonomi akan menghasilkan informasi yang relevan, bermanfaat, dan dapat dipercaya.


Komentar